All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 2 of 2
  1. #1
    patek81 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Feb 2008
    Kiriman
    4
    Rep Power
    0

    Default Maniak Situs Porno, Gaji Kakek Dipotong

    Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk kakek maniak situs porno ini. Kakek berusia 57 tahun, yang kesehariannya bekerja di dewan daerah Kinokawa, Jepang ini mengisi hari-hari kerjanya dengan mengunjungi situs-situs porno.

    Seperti dikutip detikINET dari BBC, Minggu (4/5/2008), tercatat sejak Juli tahun lalu, kakek ini telah mengakses lebih dari 780 ribu kali situs porno. Ini berarti dalam sehari ia membuka sekitar 10 ribu halaman situs.

    'Hebatnya', perbuatan si kakek ini tidak diketahui oleh rekan kerjanya. Hingga akhirnya, perbuatan nakal si kakek terbongkar ketika komputernya terkena virus. Apa boleh buat, kakek ini pun memanggil teknisi untuk memperbaiki komputernya. Walhasil, dari histori browsernya terkuaklah situs-situs apa saja yang telah dikunjunginya.

    Kakek ini pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Meski tidak dipecat, si kakek diturunkan pangkatnya dan gajinya juga dipotong hingga US$ 190 atau sekitar Rp 1,7 juta per bulannya.

  2. #2
    Junior martha is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Nov 2006
    Kiriman
    133
    Rep Power
    6

    Default Re: Maniak Situs Porno, Gaji Kakek Dipotong

    Ada seorang bos yang menjadi direktur mau rekrut akuntan, berikut hasil wawancaranya:
    Direktur: “Berapa 2 ditambah 2?”
    Akuntan X : “Ya 4 lah pak”
    Direktur: “Wah, anda nggak cocok jadi akuntan saya”
    Datang lagi seorang akuntan Y terus ditanya lagi:
    Direktur: Berapa 2 ditambah 2?”
    Auditor Y: “Bapak pengen berapa?”
    Direktur:“Nah… ini dia akuntan saya!!!”

    Guyonan tersebut di atas sering ditujukan kepada prakek akuntan. Tapi apakah guyonan tersebut dekat dengan kenyataan sebenarnya?

    Pengalaman pribadi dalam praktek akuntan memang sering ditemui hal-hal kayak tadi. “Self-serving bias” katanya. Jadi seseorang akan selalu melayani karena ada hubungan yang ‘dekat’. Dekat bisa karena teman, saudara atau yang kayak profesi akuntan (”fee”?). Kadang dengan teman dekatpun kita sangat toleran dalam beberapa hal. Tapi untuk profesi akuntan harusnya bagaimana? Klien yang memberikan fee atas pekerjaan akuntan (meskipun dilewati lewat tender atau apapun namanya) apakah dengan demikian terus ‘melayani’ klien?


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>