Dudukan toilet
Tanpa sepengetahuan istrinya Ujang mengecat toilet mereka. Sialnya sang istri pulang cepat dan tanpa sempat diperingatkan sudah duduk di toilet itu karena kebelet. Menempellah dudukan toilet di bokong sang istri, dan ketika hendak dilepas si istri menjerit kesakitan. Terpaksalah Ujang melepas dudukan bolong itu dari toilet dan membawa istrinya ke dokter dengan ditutupi mantel besar.
Sesampainya di sana mantelpun dibuka dan dokter memperhatikan dengan seksama bagaimana dudukan toilet itu menempel di sekeliling bokong istri Ujang. Ujang bertanya, "Apa dokter pernah melihat yang begini?"
"Pernah sih", jawab si dokter, "Tapi terus terang kalo yang dikasih bingkai seperti ini belum"
Amal mendiang
Seorang pria tiba di gerbang surga dan minta ijin untuk masuk. Sang malaikat melihat ke dalam buku yang dipegangnya sejenak lalu berkata, "Hm?saya lihat tak ada hal yang sukup berarti yang kau lakukan selama hidupmu, tapi juga tak ada kejahatan besar yang kau lakukan. Begini saja. Kalau kau bisa menceritakan 1 perbuatan baik yang kau pernah lakukan, aku akan ijinkan kau masuk"
Pria itu berkata, "Aku sedang naik motor sewaktu melihat seorang gadis dikerumuni 5 pria bertubuh besar. Rupanya mereka mau merampoknya. Aku segera turun dan berlari menuju mereka lalu berkata, 'Jangan kalian ganggu wanita ini!' Salah seorang dari mereka mendekat lalu aku segera mengayunkan tinjuku. Dia mundur, lalu aku berkata 'Jangan macam-macam ya, dasar kalian bajingan tengik, sampah masyarakat, pengecut kurang ajar!'.
"Hebat!", kata malaikat itu, "Tapi kok saya tidak menemukan catatannya di Kitab ini ya. Kapan terjadinya?"
Pria itu menjawab "2 menit yang lalu"
Anjing pengendus
Tono bersiap-siap di kursinya menunggu pesawat Garuda mengudara. Tiba-tiba dia melihat di lajur sebelahnya ada seekor anjing duduk tenang dikursi, ditemani seorang pria di sebelahnya. Tentu saja Tono heran. Melihat keheranannya, pria di sebelah anjing itu berkata, "Jangan kuatir Pak. Anjing ini anjing pengendus yang bertugas untuk Garuda. Nanti kalau pesawat sudah mengudara saya tunjukan bagaimana dia bekerja"
Pesawatpun mengudara dan penjaga anjing itu berkata, "Coba Bapak perhatikan. "Nero, ayo mulai bertugas". Si Nero melompat dari kursinya dan mulai berjalan sepanjang koridor pesawat. Tiba di sebelah seorang penumpang wanita, Nero duduk sebentar, lalu segera berlari kembali ke arah penjaga itu dan meletakkan sebelah kakinya di paha petugas itu. "Anak baik", kata si petugas. Kepada Tono dia berkata, "Penumpang wanita itu membawa ganja. Itu akan saya catat dan nanti waktu mendarat dia pasti ditangkap"
Kembali Nero bergerak menelusuri pesawat, lalu tiba-tiba duduk di samping seorang anak muda berambut cepak. Setelah duduk sebentar di sana, Nero berjalan cepat kembali ke petugas itu lalu meletakkan kedua kaki depannya di pahanya.
"Anak baik. Nah, kalau anak muda beramput cepak itu pasti membawa pil ekstasi. Di bandara nanti polisi akan menahannya"
"Wah, ini benar-benar luar biasa", begitu komentar Tono, sementara Nero sudah mulai bertugas lagi. Dia mengendus-sendus, dan tiba di samping seorang pria gendut, mendadak Nero berbalik dan berlari kencang, melompat ke tempat duduknya, dan berak di sana. Tono merasa jijik.
"Ada apa ini? Dia diajar mengendus tapi nggak diajar buang air yang benar?"
Si petugas menjawab, "Bukan. Dia baru saja menemukan Bom waktu!"
Jawaban salah
Ujang dan Dadang melamar disebuah perusahaan besar untuk posisi yang sama. Kwalifikasi Ujang dan Dadang juga sama. Untuk memutuskan siapa yang akan diterima, mereka berdua dipanggil untuk ujian tertulis.
Setelah hasilnya diperiksa, keduanya sama-sama menjawab benar soal no.1-9 tapi untuk soal no.10 keduanya salah. Akhirnya keduanya dipanggil menghadap Manager HRD. "Terima kasih atas keikutsertaan Anda, tapi kami memutuskan Ujanglah yang diterima"
Dadang sepertinya tidak puas dengan keputusan itu. "Apa alasan Bapak memilih Ujang? Bukankah kami punya kwalifikasi yang sama dan dalam uian kami juga sama-sama menjawab 9 pertanyaan dengan benar?"
Sang Manager menjawab, "Keputusan kami tidak berdasarkan jawaban yang benar, tapi berdasarkan jawaban Anda berdua yang salah"
Dadang makin tidak puas. "Lho, memangnya jawaban Ujang yang salah bisa lebih baik dari jawaban saya yang salah? Kan sama-sama salah"
"Bisa saja", sahut si manager, "Jawaban sdr Ujang untuk soal no. 10 adalah: 'Saya tidak tahu', sedangkan Anda menulis 'Saya juga' "




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote


Bookmarks