Cuma 3 nih, mudah2an bisa bikin senyum


=========

Ngebut


Poltak ngajak Beni jalan-jalan dengan mobil barunya. Mentang-mentang mobil baru Poltak maunya nginjek gas terus. Pas sampai perempatan yang sedang nyala lampu merah si Poltak malah nginjek gak tambah kenceng, bikin kaget Beni.

Beni: "Gila lu Tak, kok lampu merah elo terobos sih?"

Poltak: "Hehehe... santai bro, abangku kalo nyetir kayak gini, ekstreeemm!"

Ketika sekali lagi sampai di perempatan yang sedang nyala lampu merah, dengan semangatnya Poltak ngegas kenceng2 gak peduli di teriakin orang2.

Beni: "Wah bener2 gila lu, lampu merah malah elo tancap gas."

Poltak: "Sudahlah agk usah komentar, abangku juga kalo nyetir tiap lampu merah di terobos. Sudah biasa itu..."

AKhirnya mereka melewati persimpangan yang sedang menyala hijau, dan tiba2 Poltak justru ngerem dan berhenti. Jelas aja mereka di klakson dan diteriakin orang2. Beni yang gak tahan melihat kelakuan aneh temannya sekali lagi nanya: "Tak, elo lampu merah di terobos tapi lampu hijau malah berhenti sih? Ayo dong jalan mumpung yang dari kanan itu berhenti"

Poltak: "Bukannya apa2 bos, justru gue takut ketabrak abang gue dari kanan..."



========

Service


Karena printernya rusak, Dodo membawanya ke tempat service printer. Setelah dicek oleh si penjaga toko ternyata masalahnya hanya karena bagian dalamnya aga kotor. Biaya untuk service membersihkan bagian dalam printer Rp. 50.000, tapi si penjaga toko malah menyarankan Dodo bawa pulang printernya dan membersihkannya sendiri di rumah sesuai petunjuk di buku manual.

Dodo yang bingung dengan saran si penjaga toko komentar: "Lho kok malah disuruh bawa pulang? Bos kamu tahu gak kalau kamu sering nolak pelanggan kayak begini? Kan bisa rugi kalo gak ada yg service."

"Sebenarnya ini ide bos saya juga pak, soalnya biasanya pelanggan pasti balik lagi ke sini setelah ngutak-atik sendiri di rumah, dan biaya servicenya lebih dari 50ribu."


========

Praktikum


Di dalam ruang praktek kedokteran tingkat pertama, seorang dokter-instruktur sedang memberi pengarahan pada para mahasiswa yang baru pertama kali praktek dengan mayat manusia sungguhan.

"Ada 2 hal yang paling penting untuk bisa jadi dokter", kata si Dokter. "Yang pertama adalah TIDAK BOLEH JIJIK", sambil berbicara ia memasukkan jarinya ke lubang pantat mayat itu kemudian dia keluarkan lagi, dimasukkan ke mulut dan diemutnya. "Hayo sekarang giliran kalian."

Para mahasiswanya dengan muka jijik terpaksa melakukan hal itu bergiliran satu persatu, mereka masukkan jari ke lubang pantat mayat, dan langsung diemut.

Setelah semua dapat giliran si Dokter bicara lagi. "Nah, hal kedua yang penting untuk menjadi dokter adalah KETELITIAN. Perhatikan tadi saya masukin jari tengah dan yang saya emut adalah jari telunjuk."