All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 2 of 2
  1. #1
    Member albert is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jul 2006
    Kiriman
    177
    Rep Power
    10

    Default Cerpen: Kisah Orang Tukang Makan

    Kisah Orang Tukang Makan

    Pada suatu ketika hiduplah seorang anak yang suka makan. Kerjaannya setiap hari makan molo. ne anak gendut deh. Bahkan tiap menit selalu ajah ada yang dikunyahnya. Karena makan mulu bodinye udah kaya gentong yang buat nyimpen aer. Ibunya yang jualan kue sudah tidak sanggup melihara tuh anak sableng. karena kue-kue yang untuk jualan abis dimbat ama si anak gendut. Akhirnya diusirlah si anak itu dari rumah. Ibunya menyuruhnya untuk pergi ke hutan karena di hutan banyak buah-buahan yang enak dan manis.

    Di tinggalnya Si Gendut di hutan itu seorang diri, ibunya berpesan agar jangan kembali pulang ke rumah sebelum perut kamu kenyang memakan buah-buahan ini. Si gendut bersuka cita mendapatkan pohon rambutan yang berbuah lebat, dimakannya buah itu sampai habis. namun ia masih merasa sedikit lapar ia kemudian meneruskan perjalanannya untuk mencari buah lainnya yang lezat dan nikmat untuk disantap.

    Suatu ketika, saat sedang menelusuri hutan untuk mencari buah, ia berjumpa dengan seorang pertapa. Pertapa itu seorang yang berdiam diri di hutan untuk nyari ilmu sableng. rambutnya begitu putih. Janggutnya pun panjang hingga menyentuh tanah. "Ngapain lo kesini bocah gendut?" tanya si pertapa itu. "Daku hendak mencari buah untuk kumakan,"jawabnya singkat. "Apa saja yang telah kau makan," tanya pertapa itu. "Daku memakan apa saja yang terlihat enak di mataku," jawab si tukang makan.

    "Sebaiknya engkau berhati-hati," pertapa itu memperingatkan. "Di hutan ini ada buah terkutuk. Buahnya selalu tampak menarik untuk dimakan. Namun bila manusia memakannya, akan terjadi sesuatu yang mengerikan pada orang itu," jelasnya. "Baiklah, sampai jumpa kata si tukang makan meneruskan perjalanannya. Tak berapa lama, ia melihat pohon yang menghasilkan buah yang memikat perutnya. namun ia teringat perkataan pertapa itu segera urungkan niatnya untuk memakan buah itu, karena bingung ia duduk di bawah pohon untuk berpikir apakah buah pohon ini adalah buah terkutuk seperti yang di katakan pertapa. Sampai ia terlelap tidur.

    Tiba-tiba pohon itu bisa berbicara wahai anak gendut sedang apa kamu diam disana, ayo makan buahku rasanya enak tenan. buah-buah itu berjatuhan menimpa si gendut, ia tanpa berpikir lagi segera memakan buah terkutuk itu. Dasar rakus ia menghabiskan semua buah-buahan itu, ia malah merasa lapar. Akibat efek dari buah terkutu itu, ia mulai memakan semua yang ada di hadapannya. Pohon, rumput, semua dimakan olehnya. Setelah lelah, ia pun tertidur di tengah hutan itu.

    Keesokan harinya ia merasa lebih lapar dari sebelumnya. Begitu ia bangun, ia menyadari mengapa ia begitu lapar. Ternyata buah terkutuk itu telah mengubahnya menjadi raksasa. Semua pun terlihat begitu kecil di matanya. Maka si raksasa tukang makan ini pun pergi ke sebuah desa.

    "Wahai penduduk desa, berikanlah kepadaku makanan yang banyak!" seru si raksasa tukang makan itu. Bukannya memberi makanan, malahan melarikan diri karena takut melihat raksasa ini. Hal ini membuat raksasa tukang makan itu ngamuk. Dengan kesalnya, ia memungut seorang demi seorang penduduk desa itu dan memakannya.

    "Ah kenyangnya, "katanya pada diri sendiri.

    Semua penduduk desa habis dimakannya. Tidak satu pun tersisa. Manusia, hewan ternak, hewan peliharaan, semua di telannya.

    Berita tentang raksasa yang menghabiskan semua penduduk desa samapi ke sebuah kerajaan kecil di dekat desa itu. Raja pun menyuruh seorang prajurit naga untuk membasmi raksasa itu. Nama prajurit itu adalah Dragoon.

    Setibanya di tempat peristirahatan si raksasa, Dragoon berseru, "Hai raksasa, menyerahlah! kau sudah terlalu banyak memakan penduduk desa!"

    Hahahaha? memang kenapa? apa kamu mau mengganjal perutku? aku masih lapar nih walaupun aku baru saja menghabisi penduduk desa selatan," balas si raksasa.

    "Apa?" Dragoon terkejut. "Kalau begitu, lo gak bakal gua ampunin!"

    Sambil berseru, Dragoon menghunus pedang nyah. Pertarungan berjalan tidak seimbang. karena raksasa itu langsung memungut dragoon dan menelannya hidup hidup. glek

    ha-ha-ha!!! begitulah nasib si dragoon.

    Namun ternyata Dragoon belum mati. Di dalam perut itu, ia menjumpai sejumlah penduduk desa selatan yang belum sempat tercerna oleh perut raksasa.

    " Kita harus keluar dari sini!" kata Dragoon kepada penduduk desa itu.

    Dengan sekuat tenaga ia mengayunkan pedangnya untuk melubangi dinding usus si raksasa. Akibatnya si raksasa kesakitan. adooeew, adooew, ampuun, toloong. tetapi ia tak dapat berbuat apa-apa sampai akhirnya dia mati.

    Tak berapa lama kemudian Dragoon dan penduduk desa selatan berhasil merobek perut besar si raksasa. mereka pun selamat.

    Demikianlah nasib si tukang makan . ia akhirnya berakhir di tangan dragoon, si prajurit naga.

    Si tukang makan itu terbangun dari mimpinya ia menyesali dirinya karena kebanyakan makan, dan tak ingin berubah menjadi raksasa. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah ibunya dan berhenti menjadi tukang makan.

  2. #2
    Senior Member xena is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2007
    Kiriman
    15,264
    Rep Power
    21

    Default Re: Cerpen: Kisah Orang Tukang Makan



























 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>