Wow, Konser Musikal dari Sayur-sayuran

Foto Ist

Suling wortel, bas labu, biola bawang, bongo seledri, dan terompet merica. Pernah mendengar nama-nama alat musik yang berasal dari sayur-sayuran tersebut?

Kalau belum, berarti Anda belum mengenal The Vegetable Orchestra alias Orkestra Sayuran. Orkestra yang bermarkas di Wina, Austria, tersebut telah sepuluh tahun eksis dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang sudah memasuki satu dekade.

Alunan musik dari instrumen sayur-mayur mereka yang unik dan indah telah memukau ribuan penonton di berbagai penjuru dunia, mulai Belfast hingga Hongkong. Total, mereka telah mengadakan 200 konser.

"Konsepnya mungkin memang membuat orang-orang tersenyum. Tapi, grup kami unik karena musik yang dihasilkan dan keseriusannya," kata Tamara Wilhelm, salah seorang anggota orkestra itu.

Perayaan satu dekade Orkestra Sayuran tersebut dihelat beberapa hari lalu di gedung kesenian prestisius di Wina, Radio Kulturhaus. Selanjutnya, mereka akan menghelat tur keliling ke Perancis dan Jerman.

Orkestra itu menggabungkan para musisi dengan beragam latar belakang pendidikan. Seperti, musik, arsitektur, desain, seni plastik, dan video. Maka, karya yang mereka hasilkan pun perpaduan antara sayuran dan teknologi.

"Awalnya hanya lelucon. Sebuah tantangan. Kami segera mewujudkannya menjadi mungkin," ucap Joerg Piringer, pendiri komunitas Orkestra Sayuran.

Wilhelm menyebut karya Orkestra Sayuran sebagai musik organik-elektronik. Tapi, meski ada unsur elektronik, Piringer memastikan bahwa bunyi yang mereka hasilkan sangat khas dan sulit ditiru oleh alat-alat musik elektronik. Maklum, alat-alat musik itu tidak lazim.

Butuh proses panjang sebelum musik dari sayuran tersebut bisa ditampilkan. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Di antaranya, mereka harus menyurvei terlebih dahulu pasar lokal yang menjual sayuran paling segar.

"Kami butuh 70 kilogram sayuran segar per sekali konser. Kami juga butuh tiga hari untuk mengukir bentuk 40 alat musik yang bakal digunakan," ujar Piringer.