Mari belajar menghitung uang kita BOS

Ini adalah mengenai pengetahuan mengelola uang kita. Terutama ditengah tingginya tingkat inflasi / kenaikan harga2 barang sementara gaji/penghasilan kita engga naik2
TS mendapat pencerahan setelah membaca buku Financial Revolution (Tung Desem Waringin) maka TS pun terinspirasi untuk membuat trid ini.

Well, Kaskuser tau engga :


Salah satu contoh investasi terbesar sepanjang masa adalah Pulau Manhattan New York (yg dulu pernah ada Menara kembar WTC-nya gan ), dimana pulau tersebut di beli seharga US$ 24 dengan perhiasan dan manik-manik pada tahun 1626, namun nika US$ 24 itu di investasikan (ditabung) dengan bunga 8% per tahun maka pada tahun 2008 ini uang senilai US$ 24 itu akan bernilai US$ 405.7 TRILIUN (klo mo di Rupiahin tinggal di kali Rp 9.000 aja, TS pusing ngitungnya :hammer: ). Manhattan dengan isinya (The Empire State Building, Wall Street, Times Square, Rockefeller Center, Trump Tower, dan semuanya) dapat di beli kembali dengan uang hasil investasi sebesar US$ 24 tahun 1626 dulu gan’ :gila:


Trus Andar tau juga engga ??

Kalo Anda di tabungin ama emak-nya Anda sekalian semenjak baru brojol (lahir ke dunia fana ini) sebesar Rp 11.000/bulan dan setelah Kaskuser gede dikit (udah bisa nyari uang sendiri maksudnya) kaskuser melanjutkan usaha tersebut menabung Rp 11.000/bulan (di bank yang ngasih bunga 14%/thn)
Sampai usia Anda sekalian berumur 55 tahun.
maka itu sama dengan Anda telah menyiapkan uang pension pada umur 55 tahun sebesar
Rp 2.000.000.000 (yup bener 2 Milyar bro..) disebabkan uang yang kaskuser tabung itu berkembang biak alias berbunga terus dengan system compound interest (bunga-berbunga)

Itulah sebabnya Albert Enstein pernah mengungkapkan bahwa compound interest (bunga berbunga) adalah salah satu dari keajaiban dunia.

Spoiler for mbah Albert:





Masalahnya mana ada bank yg mau ngasih bunga tabungan bulanan sampai dengan 14% tahun, rata2 bunga bank saat ini adalah 4-6% setaon jadi seumpa Anda punya duit Rp 1 juta trus di tabungin dibank selama 1 tahun, maka uang Anda akan menjadi Rp 1.040.000 (karena mendapatkan bunga sebesar 4%) tapi Anda jangan senang dulu yah soalnya bank mengenakan biaya sebesar Rp 10.000/bulan (contoh di BCA)belom lagi pajak atas bunga sebesar 20% yang pasti di tagih ama negara buat jalan2 DPR keluar negeri (salah satu fungsi pajak )

Jadi dengan uang yang TS tabung dan hasil bunganya selama 1 tahun sebesar Rp 1.040.000 setelah dipotong biaya administrasi bulanan dan pajak maka uang TS tadi akan menjadi Rp 912.000 (ngeselin yah jangan kaget tapi emang gitulah keadaannya.

Sementara coba sendainya kita yang minjem duit ama bank dengan cara pake kartu kredit dengan bunganya yg 3% perbulan (atau 36% pertahun)

Uang yang kita pinjem 1 juta bulan ini, akan berjumlah Rp 1.425.706 di tahun depan, itu dari bunganya saja belom termasuk biaya lain2 yang total utang kaskuser bisa jadi ampe 2 juta lebih tuh tagihan, dan klo kita ga mau bayar siap2 aja di datengin debt collector serem macam beruang madu FBR itu .

So gw baru sadar bahwa bank itu sebenrnya hanyalah tempat untuk meniympan uang biar aman, tapi jangan harap uang kita bisa bertambah klo nabung rutin distu, masih lebih untung nabung di celengan bagong/semar/ayam/babi yang ada di rumah deh. Coz boro2 uang kita nambah klo di tabung rutin, bisa malah abis ama biaya administrasi bulanan, dan seandainya uang kita nambah maka itu butuh waktu berabad2 klo mengandalkan tingkat suku bank saat ini.

Tapi ada alternative lain kok bro klo kita mau uang kita berkembang biar jadi kayak investasi pembelian pulau Manhattan diatas dengan hasil yang lebih besar karena Anda ga mungkin hidup ampe ratsuan tahun. Yang Anda perlu lakukan adalah menginvestasikan uang kaskuser pada tempat yang tepat.

Sebagai contoh, seandainya saja Anda punya duit sebesar Rp 5 juta, dan Anda punya bakat dalam membuat bakso yang enak (seperti lagu Melissa abang tukang bakso itu ). dengan modal tersebut kaskuser dapat berjualan bakso keliling kampong dengan keuntungan 10-25% per bulan bayangin kalo dilakuakn selama 20 tahun.

Atau bagi Anda yang punya duit lebih bisa beli tanah di daerah pelosok yang harganya masih murah, menginvestasikannya dengan harapan tanah itu akan berkali lipat harganya beberapa tahun kemudian seperti daerah Bintaro dulu yang harga tanah Cuma puluhan juta sekarang sudah menjadi ratusan juta kebih.

Alternatif lain adalah misal berinvestasi pada instrumen pasar modal sperti obligasi, dimana ORI (obligasi retail Indonesia) saat ini memberikan bunga sampai dengan 10.75 %/tahun atau berinvestasi saham dimana keuntungannya bisa sampai ratusan persen (dan ruginya juga bisa segitu ) tapi untuk bisa berinvestasi pada daham dan obligasi tersbut sacara langsung tentunya dibutuhkan modal dan keahlian yang cukup besar (puluhan juta) dimana kita juga bisa menanggung kerugian yang besara bila tidak dapat mengelolanya secara baik.

Nah sekarang bagaimana dengan kita yang berpenghasilan tidak terlalu besar bahkan pas-pasan (buat mahasiswa yang Cuma dikasih uang jajan bulanan) dan tidak punya keahlian investsi sama sekali serta tidak punya waktu buat urusan kayak .....


Tenang bro, kita pasti bisa mencapai impian kebebasan financial kita selama ada kemauan. Coz sekarang banyak model investasi/tabungan yang udah diranacang buat kita yang berpenghasilan pas2an dan gak punya keahlian dan waktu di bidang investasi.

Beberapa jenis instrumen investasi yang tidak memerlukan modal besar serta keahlian khusus adalah seperti reksa dana dan bisa juga unit link (investasi yang menyertakan perlindungan asuransi):shakehand

Rekasadana adalah bentuk investasi dimana uang kita dikelola oleh lembaga keuangan/ manajer investasi resmi dan terdaftar di departeman keuangan dimana lembaga tersebut mengumpulkan dana kita yang pas2an, dikumpulkan dan diinvestasikan pada Saham obligasi dan instrument pasar uang yang apabila kita sendiri yang menglola tidak cukup untuk berinvestasi disana. Dan tingkat pengembaliannya pun jauh lebih tinggi di bandingkan suku bunga bank saat ini rata-rata diatas 10%/ tahun tergantung tingkat risiko dan jenis alokasi dana yang kita pilih

Dan hebatnya kita tidak perlu memiliki waktu dan keahlian yang khusus untuk mengelolanya karena semua tersbut kita serahkan kepada fund manager yang terpercaya.
Sementara investasi dalam bentuk unit-link menurut TS juga tidak kalah menguntungkan sebab investasi ini menyertakan perlindungan asuransi dimana Anda tidak perlu khawatir apabila nilai investasi-nya sedang turun sebab perlindungan asuransi-nya tetap berjalan, sehingga ada sesuatu musibah (meninggal, cacat, ataupun sakit) asuransi tetap membayar tanpa mengurangi nilai investasi kita bro..

So…saran ts, ditengah kondisi perekonomian yg serba ga menentu ini ada baiknya Anda sekalian lebih pintar mengatur keuangan pribadinya, ga ada salahnya mencari info atau membaca buku2 tentang investasi keuangan pribadi, mengalokasikan duit kita lebih besar untuk menabung/investasi dari pada untuk kegiatan konsumtif (belanja barang2 yg ga penting) apalagi menggunakan kartu kredit secara sembrono.

TS mulai cemas mengenai keuangan TS semenjak kenaikan harga BBM yg gak lama kemudian diikuti oleh kenaikan harga2 yg lainnya (ongkos angkot, rokok, makan) di mana diperkirakan inflasi tahun ini telah mencapai angka 11%. Sehingga harga satu porsi nasi goreng yang harganya Rp 5000, sekarang menjadi Rp 6000-7000an, kenaikan lebih dari dari 15% 
Seperti kata pepatah sedikit-sedikit menjadi bukit memang benar, apalagi klo kita menabung/menginvestasikan uang kita di tempat yang tepat..

Ini link yang bagus mengenai cara mengatur keuangan pribadi kita agar hasilnya dapat lebih optimal.
http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=1235
http://iguidepost.blogspot.com/2008/...badi-bagi.html
http://pemiliklangsung.com/panduan-m...angan-pribadi/
http://www.keuanganpribadi.com/

Dan baca juga buku2 karangan andrias Harefa,mengenai cara mengatur keuangan pribadi atau buku Financial Revolution-nya Tung Desem