Quote:
Spoiler for ANTI TEROR:
![]()
Hampir setiap negara memilik pasukan antiteror. Umumnya mereka adalah pasukan elit di tubuh militer atau kepolisian. Dipilih dan diseleksi dari satuan-satuan yang ada. Hanya yang terbaik yang bisa bergabung.
Sejumlah nama pasukan antiteror pun melegenda, seiiring dengan keberhasilan mereka melawan aksi terorisme. Inggris dengan Pasukan SAS (Special Air Service), Prancis dengan GIGN (Groupe d'Intervention de la Gendarmerie Nationale) dan Jerman dengan GSG 9 der Bundespolizei (Grenzschutzgruppe 9).
Indonesia pun tidak mau kalah. Sat-81 Gultor Kopassus, Denjaka TNI AL, Den Bravo-90 TNI AU, dan Densus 88 adalah beberapa nama pasukan antiteror Indonesia. Keberhasilan pasukan Indonesia membebaskan sandera dalam operasi Woyla di Bangkok pada tahun 1981 dan pembebasan sandera di Mapenduma, Papua pada tahun 1996, membuat nama pasukan antiteror Indonesia disejajarkan dengan pasukan elit lainnya di dunia
Detasemen Khusus 88
Quote:
Spoiler for Densus 88:
![]()
Pasukan yang dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat ini melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta
Persenjataan
Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti senapan serbu Colt M4, senapan penembak jitu Armalite AR-10, dan shotgun Remington 870. Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.
Quote:
Spoiler for Densus 88:
![]()
Quote:
Spoiler for Densus 88:
![]()
Quote:
Spoiler for Densus 88:
![]()
Quote:
Spoiler for Densus 88:
![]()
DEN BRAVO 90
Profil
Nama : Detasemen Bravo 90
Induk Kesatuan : Pasukan Khas TNI AU
Markas : Mako Korpaskhasau Lanud Sulaeman Bandung
Lahir : 12 Pebruari 1990
Moto : Catya Wihikan Awacyama Kapala (Setia, Terampil, Berhasil)
Kemampuan : Pengamanan Alutsista udara, anti bajak pesawat, intelejen dan kontra intelejen
Persenjataan : M 16 A3, MP 5 SD3, MP5 PDW, SAR 21, Steyr AUG A1/A2, Sniper SIG SHR 970, Sniper SIG Sauer SG 3000, FN Hecate II, Shotgun Benelli M1, Pistol Glock 17C, Pistol Glock 19C, Landrover Defender MRCV, Alkom Marconi Selenia
Detasemen Bravo 90 (Den Bravo-90) terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik.
Bravo 90 diarahkan menjalankan tugas intelijen dalam rangka mendukung operasi udara, menetralisir semua potensi kekuatan udara lawan serta melaksanakan operasi-operasi khusus sesuai kebijakan Panglima TNI.
Untuk mengasah kemampuan antiteror, latihan dilakukan di pusat latihan serbuan pesawat GMF Sat-81 Gultor, latihan infiltrasi laut dalam rangkan penyerbuan pangkalan udara lepas pantai di pusat latihan Denjaka, latihan UDT (under water demolition) di sarana latihan Kopaska, latihan penjinakan bahan peledak di Pusdikzi Gegana, Polri, serta latihan anti-teror, terjun payung, HALO/HAHO dan demolisi di pusat pelatihan Special Air Service (SAS) Inggris.
Quote:
Spoiler for DEN BRAVO 90:
![]()
Quote:
Spoiler for DEN BRAVO 90:
![]()
Quote:
Spoiler for DEN BRAVO 90:
![]()
Quote:
Spoiler for DEN BRAVO 90:
![]()
Quote:
Spoiler for DEN BRAVO 90:
![]()
Quote:
Spoiler for DEN BRAVO 90:
![]()
Detasemen Jala Mengkara
Quote:
Spoiler for Jala Mengkara:
![]()
Menelusuri sejarah Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), bermula pada 4 Nopember 1982, ketika KSAL membentuk organisasi tugas dengan nama Pasukan Khusus AL (Pasusla). Keberadaan Pasusla didesak oleh kebutuhan akan adanya pasukan khusus TNI AL guna menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut. Seperti terorisme, sabotase, dan ancaman lainnya.
Pola rekrutmen Denjaka dimulai sejak pendidikan para dan komando. Selangkah sebelum masuk ke Denjaka, prajurit terpilih mesti sudah berkualifikasi Intai Amfibi. Dalam menjalankan aksinya, satuan khusus ini dapat digerakkan menuju sasaran baik lewat permukaan/bawah laut maupun lewat udara. TNI AL masih memiliki satu pasukan khusus lagi, yaitu Komando Pasukan Katak (Kopaska). Kedua satuan pernah beberapa kali melakukan latihan gabungan dengan US Navy SEAL.
Quote:
Spoiler for Jala Mengkara:
![]()
Quote:
Spoiler for Jala Mengkara:
![]()
Quote:
Spoiler for Jala Mengkara:
![]()
Quote:
Spoiler for Jala Mengkara:
![]()
Quote:
Spoiler for Jala Mengkara:
![]()
NIH Yang Terakhir n Pasukan A-ROR yang Paling Terkenal Prestasinya di Dunia Gan
Quote:
Spoiler for DEN-81:
![]()
DEN-81/GULTOR (KOPASSUS)
Sejarah berdirinya
Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era tahun 1970/80-an, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha. Pada 30 Juni 1982, muncullah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto. Kedua perwira tersebut dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman dan sekembalinya ke Tanah Air dipercaya untuk menyeleksi dan melatih para prajurit Kopassandha yang ditunjuk ke Den-81.
Organisasi pasukan
Keinginan mendirikan Den-81 sebenarnya tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981. Nah, pasukan yang berhasil membebaskan Woyla inilah yang menjadi cikal bakal anggota Den-81, dan belakangan diganti lagi jadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor). Dari periode 1995* - 2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror. Detasemen-81 adalah merupakan salah satu organisasi bersenjata yang paling progresif didunia. Detasemen-81 adalah merupakan unit kedua pemakai senapan serbu HK MP-5 dan produk Heckler & Koch lainnya. Selan itu, Detasement-81 juga adalah pelopor pemakaian PETN sebagai bahan peledak alternatif selain C-4 dan Semtek.
Satuan yang ada di bawah kendali Sat-81 adalah Batalyon 811 dan Batalyon 812.
Sistem rekrutmen
Secara organisatoris, Gultor langsung di bawah komando dan pengendalian Komandan Jendral Kopassus. Gultor saat ini dipimpin perwira menengah berpangkat kolonel. Proses rekrutmen prajurit Gultor dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan para dan komando di Batujajar. Dari sini, mereka akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman operasi.
Operasi Sat-81/Gultor
Sekembalinya ke markas, prajurit tadi akan ditingkatkan kemampuannya untuk melihat kemungkinan promosi penugasan ke Satuan Sandi Yudha atau Satuan Antiteror. Untuk antiteror, pendidikan dilakukan di Satuan Latihan Sekolah Pertempuran Khusus Batujajar. Operasi terakhir terbilang sukses Den-81 yaitu saat pembebasan 26 sandera yang ditawan GPK Kelly Kwalik di Irian Jaya pada 15 Mei 1996. Dikarenakan siftanya yang cukup rahasia, Penugasan Satgultor tidak pernah terbeberkan di media masa. Dengan maraknya pelanggaran perbatasan yang dilakukan oleh negara tetangga Indonesia di utara, satgultor telah menempatkan beberapa unsur anggotanya untuk operasi patroli jarak jauh (long range recce)
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
Quote:
Spoiler for Den-81:
![]()
OK utk Agan-agan yg dah tau ga usah bilang :repost2
Pokoknya :iloveindonesia
Bwt Juragan smua gw tambah 1 pasukan lg paling rahasia yg qt pnya.
Quote:
Spoiler for ANTI PERTAMAx:
![]()
:ilovekaskus




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks