coba di simak dl gan :
Pesawat Malaysia Airlines yang membawa delegasi Indonesia mendarat di Kuala Lumpur International Airport, Sepang, Minggu (5/7), tengah malam. Pejabat KBRI Kuala Lumpur yang menjemput membawa Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno dan rombongan ke gedung VIP bandara.
Dua pejabat Kementerian Sumber Manusia Malaysia menyambut delegasi RI di sana. Terjadi perbincangan tertutup selama 30 menit.
”Baru kali ini ada pejabat Malaysia menyambut kami di bandara. Bahkan, mereka juga menawarkan memberi akomodasi yang dengan halus kami tolak karena sudah disediakan KBRI. Hal ini belum pernah terjadi,” ujar seorang pejabat anggota delegasi RI keesokan harinya.
Harian The Star terbitan Minggu (5/7) mengungkapkan, agen pembantu dan calon majikan di Malaysia terancam merugi 10 juta ringgit (sekitar Rp 30 miliar) bila Indonesia tidak segera mencabut moratorium. Wakil Presiden Persatuan Agen Pekerja Asing (PAPA) Malaysia Jeffrey Foo mengatakan, PJTKI menahan dana jaminan yang sudah dibayar agen dan calon majikan di Malaysia dengan dalih tidak bisa mengirim pembantu karena sedang moratorium.
Para majikan yang sudah telanjur membayar kepada agen pun kini resah. Mereka sudah membayar, tetapi tak kunjung mendapat kabar kedatangan pembantu dari Indonesia.
Hal ini membuat Malaysia berusaha merayu Indonesia agar segera mencabut moratorium. Kedekatan wilayah membuat arus migrasi WNI ke Malaysia, baik untuk bermukim, belajar, maupun bekerja, sangat tinggi.
lengkapnya disini :
http://bisniskeuangan.kompas..com/re...gi.Hijau
Terus pertahankan harga diri bangsa. Hidup Indonesia
:iloveindonesia:iloveindonesia:ilovekaskus




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks