Mainan anak-anak (toys) asal China di duga pejabat kesehatan di AS dan Peru mengandung zat kimia berbahaya. Kebanyakan mainan itu menggunakan cat yg mengandung zat radio-aktif (senyawa Pb). Setelah minggu lalu ditarik di pasaran AS, kini negara-negara Amerika Latin seperti Peru mulai melaksanakan hal sama (tentu ini bukan karena ikut-ikutan AS, apalagi kita tahu kalau Presiden Peru, Chavez, sangat anti-AS). Di Indonesia sendiri belum ada laporan sejenis dari BPOM Depkes atau Dep.Industri atas setatus toys import asal China itu, yang banyak beredar disini dengan harga 'sangat murah' shg terjangkau kalangan menengah ke bawah. Kalau memang betul berbahaya, Depkes RI seharusnya tak perlu sungkan-sungkan melakukan penarikan thd toys China ini. Apa nggak kasihan dengan anak-anak balita kelak, tuanya pada sakit kanker akibat effek merusak dari zat kimia radio-aktif itu?

Boikot Mainan Tiongkok Meluas,
Peru Gelar Razia Bertajuk Operasi Mainan Mematikan


LIMA - Pencekalan mainan produk Tiongkok terus menyebar ke berbagai negara. Pemerintah Peru terus merazia mainan asal Tiongkok itu. Kamis (9/8), lebih dari 60 ton mainan tersebut disita. Mainan yang akan dijual di pasar-pasar di Lima, ibu kota Peru, itu diyakini berbahaya. Sebab, mainan tersebut mengandung timah hitam. Penyisiran mainan itu sengaja dilakukan dalam razia bertajuk Operasi Mainan Mematikan.

Sejumlah gudang yang menyimpan mainan buatan Tiongkok itu diserbu polisi. Informasi tentang gudang-gudang tersebut adalah hasil kerja intelijen. Mainan itu diselundupkan melalui perbatasan lewat Cile. "Mainan yang kami sita menunjukkan tanda mengandung bahan berbahaya seperti timah hitam," kata Kepala Kepolisian Walter Rivera kepada wartawan. Rivera menambahkan, kementerian kesehatan saat ini sedang menganalisis produk tersebut.

Di Peru, pasar mainan anak-anak buatan Tiongkok tersebut meningkat pesat dari 56,5 persen pada 2000 menjadi 78,1 persen pada 2006. Berdasar studi pusat bisnis Universitas Katolik Peru, nilai impor mainan itu USD 45,4 juta (sekitar Rp 408,6 miliar). Awal bulan ini, Peru menarik semua mainan buatan Fisher-Price di Peru setelah distributor Amerika Serikat mengumumkan penarikan mainan buatan Tiongkok dari AS.


Mainan sejenis gambar diatas dan boneka lucu,
banyak beredar di Indonesia dengan harga sangat
terjangkau kalangan menengah ke bawah. Kalau
memang berbahaya, mengapa Depkes RI takut?
Takut di balas China lagi? Justru ini bisa dijadikan
'kartu truf' ke mereka, jangan malahan masyarakat
kita yang dijadikan kartu truf, dikorbankan!


Isu keamanan produk buatan Tiongkok semakin meningkat. Mulai mainan bercat dari bahan beracun, pasta gigi beracun, standar kualitas ban mobil yang buruk, makanan hewan, sampai seafood. Di AS, ada beberapa penarikan mainan buatan Tiongkok. Termasuk, 970 ribu item pada bulan lalu oleh Fisher-Price dan 1,5 juta figur mainan Thomas the Train yang terbuat dari bambu.

Sementara itu, Tiongkok terus berusaha kembali menarik kepercayaan dunia internasional dengan mengambil langkah-langkah positif untuk memperbaiki image-nya. Tiongkok memiliki langkah terbaru. Yakni, dengan mengucurkan lebih dari USD 1 miliar (sekitar Rp 9,2 triliun) untuk memperkuat pengawasan industri makanan dan obat-obatan. Badan pengawasan keamanan makanan dan obat-obatan memerintahkan perusahaan untuk menarik semua produk rusak, obat yang tidak aman, serta peralatan medis dari pasaran.

Jika produsen tidak mengindahkan perintah tersebut, pemerintah akan menariknya sendiri dan memberikan denda tiga kali lipat dari harga produk yang dijual. Keputusan tersebut terdapat dalam draf peraturan yang dipublikasikan oleh State Food and Drug Administration (SFDA) Tiongkok.
Jawapos online
----------

Juga ada laporan dalam sebuah artikel di internet, bahwa 'cell phone' asal China mengandung bahan-bahan berbahaya. Silahkan anda simak dan baca artikel ini:"Opinion: Are Chinese gadgets deadly, too?
A rash of tainted food and toxic toys from China raise questions about the safety of cell phones



12