Kalau Freeport bisa bikin tambang dalam seperti yang ada di Timika-Papua, maka orang-orang Rusia juga bisa bikin tambang dalam yang lebih 'dahsyat'. Lubang diatas adalah sebuah tambang di daerah Siberia. Mau tahu dimensinya? The gaint hole is actually a diamond mine in Eastern Siberia near the town Mirna. It is 525 meters deep and 1.25 km in the diameter. Silahkan baca artikel dan lihat fotonya yang lain
Rusia Incar Blok Minyak dan Gas di Indonesia Timur
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sejumlah perusahaan minyak dan gas dari Rusia, seperti Sevitech dan LukOil, mengincar blok minyak dan gas yang akan ditawarkan dalam lelang (penawaran langsung) wilayah kerja bulan ini.
Rusia tertarik pada blok migas di wilayah Indonesia bagian timur.
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Priyono mengatakan, Rusia berminat pada blok-blok mayor. "Ini pertama kalinya Rusia masuk," kata Priyono.
Menurut dia, perusahaan dari Rusia tersebut memperhatikan 25 wilayah kerja yang ada. Namun, Rusia mengincar wilayah potensial di Indonesia timur. Namun, Rusia belum memberikan komitmennya. Dia memperkirakan, di wilayah Indonesia timur, satu sumur bernilai US$ 40 juta.
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral akan melelang 25 wilayah kerja migas bulan ini. Pelaksanaan lelang ini mundur dari jadwal semula yaitu pertengahan Juli 2007. Semula ada 21 wilayah kerja yang ditawarkan, tapi kemudiam ditambah empat wilayah kerja baru.
Tempointeraktif online
----------------
Bagus, jangan di kasih tambang minyak dan gas saja, tetapi kasih tambang emas sekalian saja. Terus suruh buka tambang dekat-dekat Freeport shg AS ada saingan baru. Saya berfikir, kalau kita belum bisa mengelola sendiri kekayaan alam kita di daerah-daerah rawan seperti INTIM dan Papua (maksudnya rawan separatisme akibat gosokan investor asing yang beroperasi disana), datangkan saja investor asing yang punya 'rivalitas ideologi' dengan investor yang telah datang duluan. Investor dari China dan Rusia diberi kesempatan sama dengan investor dari AS, Canada, Aussi. Eropa dan Jepang. Kalau salah satu 'macem-macem', kita tinggal 'mengadunya' dengan negaranya masing-masing, yang penting Indonesia tetap di tengah dan diuntungkan. Soekarno dulu dengan cerdiknya memainkan isue perang dingin untuk kepentingan kita, dan dia bisa dapat senjata canggih dan bahkan bisa memperluas wilayah NKRI. Siapa tahu Rusia dan China bisa membantu kita memperluas NKRI seluas zaman Majapahit dulu?




LinkBack URL
About LinkBacks



Reply With Quote

Bookmarks