Kenaikan peringkat keselamatan ke level 1 bisa jadi membuat Garuda akhirnya tidak dikatagorikan sebagai maskapai yang bermasalah dengan keselamatan terbangnya. Pemegang otoritas penerbangan sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) akhirnya memutuskan tidak melarang Garuda Indonesia terbang ke negara itu. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan audit atas kondisi keselamatan penerbangan Indonesia. Apa artinya semua ini? Mudah saja! Itu menunjukkan otoritas KNKT-Dephub RI diragukan orang luar, sehingga perlu orang luar sendiri yang datang memeriksa pesawat-pesawat kita disini, untuk membuktikan kinerjanya baik. Bisa dibayangkan apa jadinya, kalau setiap negara yang meragukan pesawat-pesawat Indonesia, secara periodik datang kemari melakukan inspeksi. Lalu dimana muka kita mau ditaruh?
Menhub, Uni Eropa Harus Tiru Tim Audit GACA,
Garuda Boleh Terbang ke Arab
JAKARTA, (PR).-
Pemegang otoritas penerbangan sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) akhirnya memutuskan tidak melarang Garuda Indonesia terbang ke negara itu. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan audit atas kondisi keselamatan penerbangan Indonesia.
Tim audit dipimpin Capt. Berenji M. Rashad dengan anggota 5 orang dari GACA dan seorang misi teknisi dari ICAO di Arab Saudi, yang bekerja sejak 30 Juli 2007.
"Hasilnya, tidak ada pelarangan atau restriksi (pembatasan) bagi Garuda untuk terbang ke Arab Saudi secara normal, baik untuk reguler maupun haji," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal usai pertemuan tertutup dengan tim audit tersebut, di Jakarta, Kamis (2/8).
Dalam audit tersebut, GACA memilih Garuda sebagai sampel audit verifikasinya. Seluruh aspek penerbangan Garuda dan perawatan pesawat serta pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) BUMN penerbangan itu telah ditelisik oleh mereka.
Menurut Jusman, dalam verifikasi itu memang ditemukan beberapa protokol operasional penerbangan Garuda yang belum sepenuhnya sesuai dengan aturan, meski hal itu tidak menghambat Arab Saudi untuk tetap memberikan klarifikasi dan izin bagi Garuda. "Hal-hal itu bisa dipenuhi dalam proses ke depan," katanya.
Sementara itu, Capt. Berenji M. Rashad menilai bahwa peningkatan keselamatan penerbangan Indonesia itu dalam proses peningkatan kemampuan, baik dari sisi SDM maupun pendukung lainnya. "Hal itu benar," katanya, ketika ditanya apakah dirinya optimistis ada proses dan niat baik dari pihak terkait di Indonesia untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
Dalam rekomendasinya, GACA mengingatkan, kecepatan pertumbuhan penumpang angkutan udara di Indonesia harus diikuti kekuatan regulator untuk mengawasi. Oleh karena itu, SDM regulator harus diperkuat.
Untuk memperbaiki SDM regulator, Dephub akan bekerja sama dengan TNI AU serta mencari ahli dari beberapa perguruan tinggi. GACA dan organisasi penerbangan internasional juga akan dirangkul dalam upaya itu.
Menhub menyatakan sangat puas dengan hasil audit tersebut. Selain itu, dia memuji respons Arab Saudi yang sangat cepat untuk melakukan verifikasi audit, mengecek temuan, dan sekaligus melakukan aksi koreksi dan bersikap. "Respons Arab Saudi ini sangat supersonik, cepat. Mestinya tahapan yang dilakukan Arab Saudi ini juga ditiru oleh Uni Eropa," tuturnya.
Dirjen Perhubungan Udara Budhi M. Suyitno menambahkan bahwa kesalahan-kesalahan yang ada akan diperbaiki dalam waktu cepat.
Pelayanan haji
Di tempat terpisah, Menteri Agama M. Maftuh Basyuni mengaku dari awal sudah memprediksi Arab Saudi tidak akan melarang pesawat Indonesia.
Dengan diperbolehkannya pesawat Indonesia ke Arab Saudi, maka ancaman Menag yang mewacanakan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji tahun ini tak berlaku lagi. "Ya, jadi nggak jadi," kata Menag sambil tertawa. Sebelumnya, wacana Menag untuk memboikot pemberangkatan haji menimbulkan kekhawatiran bahwa dalam musim haji tahun ini Indonesia tidak akan mengirimkan jemaahnya.
Menag yakin hubungan dan kerja sama pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan semakin baik, terutama dalam penyelenggaraan ibadah haji. "Sekarang hubungannya juga sangat baik karena haji menjadi mercusuar Arab Saudi. Kalau pelaksanaannya baik, ya Arab dinilai baik. Kalau haji tidak berhasil, ya Arab juga dilihat tidak berhasil," katanya.
Upaya untuk meningkatkan pelayanan haji, juga dilakukan Depag dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kami ingin belajar dari KPK untuk reformasi termasuk pelayanan haji," katanya usai bertemu Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki.
Pikiran Rakyat online




LinkBack URL
About LinkBacks



Reply With Quote

Bookmarks