Jepang dan China membuka forum tiga hari di Tokyo, Senin, mengenai peningkatan efisiensi energi dan konservasi lingkungan pada saat permintaan energi China meningkat tajam sejalan dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi negara tirai bambu tersebut.
Pada forum yang dihadiri oleh sekitar 800 pejabat pemerintah, perwakilan bisnis dan akademisi dari kedua negara, Jepang dan China menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai kerjasama peningkatan upaya penghematan energi di China.
Menteri Ekonomi, Industri dan Perdagangan Jepang, Toshihiro Nikai menyatakan, peningkatan pertumbuhan ekonomi di China merupakan yang tertinggi di dunia dan permasalahan lingkungan akan menjadi tantangan besar bagi negara itu pada tahun-tahun mendatang.
Menteri menyatakan, kerjasama antara Jepang dan China di bidang energi dan lingkungan akan memberikan manfaat bagi negara lainnya pula.
Ia juga menekankan bahwa pentingnya mengadakan pertemuan seperti itu mengingat ketegangan dalam hubungan politik bilateral menyusul kunjungan Perdana Menteri Junichiro Koizumi ke Yasukuni Shrine dan perselisihan mengenai masalah eksplorasi gas di Laut China Timur. "Saya menghargai keberanian berpartisipasi dalam forum ini meskipun situasi politik sedang sulit," katanya.
Menteri Perdagangan China Bo Xilai menyatakan, China menetapkan tujuan untuk mengurangi konsumsi energi per unit sebesar 20% Produk Domestik Bruto (PDB) akhir 2010 dibandingkan dengan tingkat yang dicapai pada 2005.
"Saya berharap forum ini akan membentuk dasar untuk hubungan yang saling menguntungkan antara industri kedua negara," katanya.
Menteri Lingkungan Jepang, Yuriko Koike menyatakan, Jepang dan China menghadapi masalah lingkungan seperti pasir kuning dan hujan asam, dan meminta kerjasama bilateral dalam berbagai bidang.
Ia juga menyampaikan pengalaman Jepang dalam menangani kasus keracunan merkuri Minamata, dimana secara resmi dilakukan 50 tahun lalu.
Pada sesi pagi, kedua negara menandatangani lima dokumen mengenai kerjasama peningkatan energi.
Tercakup dalam kerjasama itu adalah komitmen Jepang menerima sekitar seratus pejabat China dalam pelatihan konservasi energi di lembaga-lembaga Jepang selama lebih dari lima tahun.
Dubes China untuk Jepang, Wang Yi dan perwakilan dari perusahaan ternama Jepang seperti Nippon Steel Corp., Sumitomo Metal Industries Ltd., JFE Steel Corp., Toyota Motor Corp. dan Kyocera Corp, juga hadir pada forum itu. (*/lpk)




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks