TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
“Sadarilah! Tanpa Yesus Kristus, apapun yang kita miliki baik itu kedudukan & kekayaan, semua itu tidak akan menjamin kita memiliki kebahagiaan dan keselamatan”
||||||||||||||||||||||||||||||
26 Juli R A B U
Puasa Yang Penuh Kuasa --Kisah Para Rasul 13:1-3
Ada banyak kesalahpahaman sekarang ini tentang arti dan tujuan puasa. Beberapa orang berpendapat bahwa puasa hanya berhubungan dengan persoalan tubuh dan tidak makan. Ada juga yang berpendapat bahwa tujuan puasa adalah untuk mempengaruhi Allah melaksanakan keinginan mereka sendiri. Yang lainnya lagi berpendapat bahwa penyangkalan diri yang mereka lakukan ini akan mempercepat jawaban dari Tuhan. Semua itu tidak ada yang benar.
Puasa adalah suatu istilah rohani, di mana kita untuk sementara waktu menyingkirkan segala hal yang membuat pikiran kita bercabang, sehingga kita dapat memberikan perhatian secara khusus kepada Bapa di surga. Jadi, puasa adalah suatu persiapan rohani dengan cara keluar dari segala gangguan duniawi. Pada waktu kita meninggalkan gangguan-gangguan itu, kita merasakan semua itu tidak lagi membebani pikiran kita; semua digantikan dengan kesadaran yang semakin meningkat akan hadirat Allah di dalam kehidupan kita. Kita menjadi semakin rindu untuk terus intim, dan mau menerima dengan tulus hati semua yang dikatakan-Nya kepada kita. Puasa dapat menjadi salah satu pengalaman yang penuh kuasa bagi kehidupan keKristenan kita.
Puasa dapat dijalankan dalam berbagai cara: tidak makan selama periode waktu tertentu, meniadakan segala kegiatan, atau tidak tidur demi mencari wajah Tuhan. Bahkan puasa dapat juga dilakukan dalam bentuk meniadakan untuk sementara waktu, hubungan seksual antara suami isteri. Apapun cara yang kita ambil, tujuannya sama, yaitu agar kita dapat berada di hadirat Allah tanpa gangguan, sehingga suara-Nya dapat kita dengar dengan sejelas-jelasnya.
Apakah selama ini Anda mengabaikan puasa, karena menurut Anda hal itu terlalu sulit atau terlalu membingungkan? Renungkanlah tentang sukacita yang akan Anda alami dengan mendapatkan persekutuan yang lebih dalam dengan Tuhan Yesus. Kemudian, mulailah melangkah dalam iman. Berikanlah kepada Allah perhatian kita yang tak terbagi untuk periode tertentu, jadikanlah itu salah satu hal terbijak yang dapat kita lakukan.
||||||||||||||||||||||||||||||
Rabu, 26 Juli
KEMAKMURAN DAN KEMALANGAN
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku (Amsal 30:8)
Bacaan: Amsal 30:1-9
Setahun: Mazmur 40-42; Kisah Para Rasul 27:1-26
Kemakmuran dan kemalangan merupakan penghancur yang setara. Kerasnya hidup dapat membahayakan karena orang yang kaya dapat menemui kesulitan yang sama dengan orang yang tak berpunya.
Agur, penulis Amsal 30, semestinya sudah merasakan bahaya ini ketika ia berdoa, “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku” (Amsal 30:8,9).
Permohonan yang sama terdapat di dalam kidung pujian yang indah karya Benjamin Harlan:
Tuliskanlah nama-Mu yang kudus,
Di hatiku, ya Tuhan,
Terukir di sana tak terhapuskan
Sehingga kemakmuran maupun kemalangan
Takkan menjauhkanku dari kasih-Mu.
Fokus dari Amsal 30 adalah keadaan sekitar, sementara kidung pujian di atas mengacu pada keadaan hati kita. Mungkin kita perlu berdoa agar Allah melindungi kita di kedua area kehidupan kita itu.
Mendiang Dr. Carlyle Marney, seorang pendeta ternama, kerap berkata bahwa kebanyakan kita perlu mencukupkan “keinginan kita yang semakin bertambah”. Daripada selalu meminta, kita seharusnya mencari keseimbangan yang diungkapkan dalam Amsal 30.
Saat kita mengundang Tuhan agar memiliki hidup kita, berarti kita mengakui pemeliharaan-Nya yang penuh kasih dan berhikmat bagi seluruh kebutuhan kita —DCM
KEPUASAN ADALAH MENYADARI BAHWA ALLAH TELAH MENCUKUPI
SEMUA YANG SAYA BUTUHKAN
||||||||||||||||||||||||||||||
RENUNGAN HARI INI
Rabu, 26 Juli 2006
SUKSES DALAM TUHAN
Bacaan: Mazmur 1:1-3
“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia.” (Ulangan 28:13)
Setiap manusia pasti menginginkan sukses. Ini dibuktikan dengan banyak orang mengambil kuliah, kursus dll. Orang tuapun pasti semampunya akan menyekolahkan anaknya dengan maksud supaya mereka berhasil dimasa depan. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak Tuhan. Kita pasti mau sukses, oleh karena itu marilah kita pelajari dalam Mazmur 1:1-3 yang kalau kita renungkan ada empat langkah supaya kita sukses yaitu:
1. Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. Jangan percaya akan nasihat-nasihat orang fasik tetapi percayalah pada Yesus. Orang dunia banyak yang berkata-kata negatif, tetapi percayalah di dalam Yesus kita ada pengharapan dan kita memiliki masa depan yang penuh harapan.
2. Tidak berdiri di jalan orang berdosa (ayat 1b). Artinya kita tidak hidup dalam dosa. Dalam 1 Yoh. 3:4b dikatakan,”…sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah”. Jadi jangan sampai kita melanggar hukum Allah. Kita harus hidup kudus di hadapan Allah yang adalah kudus adanya.
3. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Dengan kata lain kita tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia. Dalam Ams. 18:21 dikatakan,”Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya.” Jadi apa yang kita ucapkan itulah yang kita terima.
4. Kesukaannya ialah Taurat Tuhan (ayat 2). Dalam Yos. 1:8 dikatakan,”Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Marilah kita selalu membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan.
Apabila kita sudah dapat melakukan keempat hal tersebut di atas, maka seperti janji Tuhan bahwa kita akan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya serta apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mzm. 1:3). Dengan kata lain, kita memperoleh kesuksesan dan kemenangan besar dalam hidup kita. (RS)
Doa: Ya Tuhan, terima kasih buat janji-janjiMu dalam hidup kami, dan saat ini kami menunggu janjiMu digenapi dalam hidupku. Amin.!
HIDUP KUDUS DAN TAAT PADA FIRMAN ALLAH ADALAH KUNCI KESUKSESAN HIDUP
||||||||||||||||||||||||||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks