Anak Indigo adalah anak yang mempunyai kepekaan intuisi tertentu atau dalam istilah jawa mempunyai tingkat kewaskitaan dan daya linuwih. Mereka mengetahui sebelum terjadi, bahkan dalam tingkat tertentu anak kecil yang masih berusia 5 tahun mampu berbicara dengan profesor ahli fisika. Sayangnya kehadiran anak Indigo seringkali dicap sebagai anak yang (maaf-red) gila, bahkan dijauhkan dari lingkungan keluarga.
Lalu apakah sebenarnya anak Indigo itu, bagaimana orangtua menyikapinya?
Pernah menonton film Mirror, yakni film yang berkisah tentang seorang anak yang punya kemampuan indra keenam. Melalui intuisinya yang tajam anak tersebut bisa mengetahui kalau akan ada musibah yang menimpa gurunya seandainya sang guru nekat berangkat ke suatu tempat, sebab anak itu tidak melihat bayangan gurunya di cermin, pengalaman spiritualnya membuktikan jika Ia tak melihat bayangan seseorang sewaktu bercermin, berarti orang tersebut akan tertimpa musibah. Mungkin cerita ini hanya sekedar fiksi, tetapi kehadiran anak indigo atau anak yang memiliki ‘mata ketiga’ adalah kenyataan yang tak bisa dipungkiri.
Dalam kehidupan nyata kehadiran anak indigo kerap kali dijadikan penanda, melalui isyarat yang diberikan kadangkala menyiratkan sebuah kondisi tertentu. Pernah suatu kali, Andrean—sebut saja namanya begitu adalah anak Indigo, suatu hari pada paruh Desember 1997 ia bermimpi sebuah kota yang hingar bingar, banyak rumah dan mobil terbakar, tangan-tangan mengepal, perempuan menjerit-jerit, bahkan kaum pria dipukuli tanpa sebab yang jelas. Andrean tidak tahu kapan dan dimana peristiwa itu terjadi, yang pasti mimpi itu terjadi selama dua minggu berturut-turut. Enam bulan kemudian ternyata apa yang ada dalam mimpi Andrean menjadi kenyataan, di Jakarta dan beberapa daerah Indonesia terjadi huru-hara politik, konflik pada bulan Mei 1998 dan pergantian rezim ternyata adalah tanda-tanda zaman yang sebelumnya tergambar jelas dalam mimpi Andrean.
Ciri-Ciri Anak Indigo
Secara fisik, anak Indigo sama dengan anak-anak lainnya, hanya saja batinnya yang kelihatan tua (old soul) tak jarang meskipun hanya seorang anak kecil Ia sudah memperlihatkan sifat seperti orangtua, hal inilah yang seringkali orang dewasa menaruh hormat pada anak-anak Indigo, apapun yang Ia bicarakan selalu diperhatikan, bahkan tak jarang isi pembicaraannya dianggap sabda yang tak mungkin meleset, apalagi ditengah-tengah masyarakat kita masih berlaku mitos, dan hal-hal irrasional lainnya, tentu kehadiran anak Indigo semakin melempangkan jalan untuk memperlakukan secara berlebihan kepada mereka.
Istilah Indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti ‘nila’ warna ini kombinasi biru dan ungu. Istilah ini diperkenalkan oleh seorang konselor AS Nancy Ann Tappe pada pertengahan 1970-an. Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadian manusia. Kemudian pada salah satu penelitiannya yang diterbitkan tahun 1982 Nancy meneliti aura manusia dan membahas warna nila yang muncul kuat pada 80 persen aura anak-anak yang lahir pada tahun 1980-an, warna itu menempati spektrun keenam warna pelangi, dan letaknya di dahi antara dua alis mata, atau apa yang dinamakan ‘mata ketiga’ (The Third Eye)
Selain itu ciri-ciri lain yang diperlihatkan anak-anak Indigo adalah kemampuan spiritual yang tinggi, anak Indigo bisa mengetahui sesuatu yang terjadi di masa lalu, bisa pula melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa, kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (Extra Sensory Perseption) alias indra keenam. Kemampuan indra keenam sendiri bisa menjelajah ruang dan waktu, ketika tubuh anak Indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan ia bisa melihat keadaan di tempat lain
Tak jarang pula anak Indigo ini sangat jenius, Ia selalu bergaul dengan orang-orang yang lebih tua dan lebih pandai semisal gurunya, bahkan tak jarang mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis yang tak mampu dijawab oleh orangtuanya. Tentu hal ini sangat merepotkan, sebab sang anak seringkali bertingkah aneh tidak seperti kebanyakan anak-anak yang lain. Anak Indigo kadang punya kemampuan intelektual yang berlebih jauh di atas rata-rata, mereka berada pada taraf jenius, kemampuan yang didapat sendiri seringkali didapat dengan sendirinya, tanpa belajar, bahkan dalam beberapa contoh kasus seringkali anak Indigo yang berusia 5 tahun mampu berbincang-bincang dengan profesor ahli fisika untuk membicarakan disiplin ilmunya.
Tehnologi yang berkembang sekarang ini bisa membuktikan apakah anak ini memiliki kemampuan Indra keenam atau tidak. Sebuah alat yang dinamakan Aura Video Station (AVS) atau perangkat teknologi pembaca aura membuktikannya, anak-anak yang memiliki kemampuan Indigo bisa diketahui dari titik berkedip berwarna nila tua,sangat jelas diantara kedua mata anak tersebut
Masa Depan Anak Indigo
Keberadaan anak-anak Indigo seringkali disalahpahami oleh orangtua, kebanyakan dari mereka menganggap anak-anak Indigo akan merepotkan dan membuat masalah, mereka kerap membuat keputusan yang nyleneh dan sulit dipahami oleh orangtua, tanpa bimbingan yang cukup masa depan anak Indigo akan tersisih, mereka akan tersisih dari pergaulan dengan masyarakat umum.
Tetapi di sisi lain, kehadiran anak-anak Indigo menjadi berkah tersendiri bagi orangtua, menurut mereka anak Indigo lahir dengan misi dan tujuan khusus seperti untuk menyelamatkan manusia dan menjadi pemimpin dunia. Didalam pandangan masyarakat umum, keberadaan anak-anak yang memiliki indra keenam seringkali dipuja-puja dan disakralkan. Anak indigo ini memiliki berkah dan daya linuwih tersendiri sehingga menjadi sandaran kepada siapa saja yang membutuhkan.
Dari sinilah peran orangtua harus menyadarkan anak-anak yang memiliki kemampuan Indigo ini, mereka tak perlu dijauhi tetapi harus disadarkan kalau kemampuannya ini semat-mata karunia Allah, kelak jika suatu saat masyarakat membutuhkan dirinya, tetaplah bersikap rendah hati dan tidak sombong, jangan lantas karena Ia merasa dibutuhkan anak-anak itu menuntut dengan hak yang bermacam-macam. Bagi orangtua, buatlah semacam kesan kepada anak-anak kalau Indigo bukan suatu keajaiban. Indigo hanyalah sedikit kelebihan (ilmu Allah) yang diberikan kepada hambanya. Semua kelebihan itu dikembalikan kepada yang menerima, apakah itu menjadi berkah sehingga dengan kelebihannya itu dimanfaatkan untuk membantu sesama manusia, ataukah dengan kelebihan itu justru menjadi bumerang bagi dirinya, si anak merasa kemampuan yang dimilikinya berbeda dengan orang lain sehingga dirinya merasa sombong dan kelebihan itu menjauhkannya dengan Allah.




LinkBack URL
About LinkBacks



Reply With Quote

Bookmarks