Saya seorang pemuda berumur 30 tahun. Saya punya pacar berumur 28 tahun, dan kami rencana menikah tahun depan. Kami pacaran sudah dua tahun. Selama pacaran terus terang kami sering bercumbu, tetapi tidak sampai berhubungan badan. Kalau bercumbu, pacar saya tampak bergairah.
Beberapa hari yang lalu saya terkejut waktu pacar saya cerita, ketika kecil pernah disunat di kampung. Saya sering mendengar sunat pada wanita, tetapi saya tidak tahu seperti apa. Apakah sunat wanita seperti pada pria? Apa akibatnya pada istri, apakah dia normal kalau melakukan hubungan badan? Apakah sunat pada wanita tidak berbahaya secara medis?
N.G., Subang
Klitoris Dipotong
Memang harus jelas apa yang dialami oleh pacar Anda ketika dulu disunat. Apakah sama seperti yang terjadi di beberapa negara Afrika, dengan memotong klitoris atau bibir kelamin wanita?
Saya pernah menemukan tiga wanita tanpa klitoris lagi. Mereka mengaku dulu waktu kecil pernah disunat. Tampaknya mereka mengalami sunat berupa pemotongan klitoris. Apakah seperti ini yang dialami pacar Anda, tentu diperlukan pemeriksaan. Mungkin saja pacar Anda tidak mengalami pemotongan klitoris, melainkan hanya sunat secara simbolis, yang berarti tidak mengalami pemotongan apa-apa.
Sunat secara simbolis pada wanita dilakukan di beberapa daerah dengan menggunakan kunyit yang disentuhkan ke klitoris atau bagian kelamin yang lain. Apa yang terjadi andaikata klitoris dipotong seperti yang dilakukan terhadap wanita di beberapa negara Afrika? Klitoris adalah salah satu bagian peka rangsangan pada kelamin wanita.
Rangsangan pada klitoris yang terjadi selama melakukan hubungan seksual memudahkan wanita mencapai orgasme dan kepuasan seksual. Kalau klitoris tidak ada lagi, berarti wanita sulit menerima rangsangan seksual ketika melakukan hubungan seksual. Akibatnya sulit atau terhambat mencapai orgasme dan kepuasan seksual.
Simbol Pemasungan Wanita
Selain kemungkinan hambatan orgasme secara fisik itu, ada arti lebih penting dalam kaitan dengan budaya sunat pada wanita. Budaya sunat pada wanita, cara apa pun yang dilakukan, sebenarnya mengandung arti pemasungan terhadap hak seksual wanita.
Budaya itu adalah budaya yang menempatkan wanita hanya sebagai makhluk aseksual, yang tidak boleh dan tak punya hak menikmati kehidupan seksual. Budaya sunat sebenarnya tergolong kekerasan terhadap perempuan. Karena itu, Badan Kesehatan Dunia telah lama mengecam praktik sunat yang dilakukan di negara Afrika.
Sangat wajar kalau kita juga harus melenyapkan budaya sunat pada wanita, dalam arti dilakukan pemotongan atau mutilasi pada bagian kelamin. Andaikata budaya itu masih dipraktikkan, seharusnya segera dilarang agar kita tidak dianggap sebagai bangsa yang tidak beradab, setingkat dengan negara yang masih mempraktikkan mutilasi klitoris atau bagian kelamin yang lain.
Andaikata budaya itu sudah tidak ada dan diganti simbolis dengan menempelkan kunyit atau apa pun yang lain, sebaiknya jangan lagi kita gunakan istilah sunat. Agar tidak ragu mengenai keadaan kelamin pacar Anda, silakan periksakan kepada dokter.




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote



Bookmarks