Bacaan : Yesaya 1:11-18
11 "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN;
"Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan
dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan
domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah
yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak
pelataran Bait Suci-Ku?
13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab
baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru
dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan
melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu
yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban
bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan
memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa,
Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan
darah.
16. Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu
yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah
orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara
janda-janda!
18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun
dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;
sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih
seperti bulu domba.
Ayat Alkitab: http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yesaya+1:11-18
Pembacaan Setahun: Yesaya 62-64; dan 1 Timotius 1
Bacaan Alkitab Setahun:
http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yes...;+1+Timotius+1
Nats : Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik;
usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam
(Yesaya 1:16,17)
Judul:
APA YANG BENAR?
Suatu pagi saat komputer saya menyambut saya dengan "layar biru kematian", saya tahu bahwa komputer itu rusak, tetapi saya tidak tahu cara memperbaikinya. Saya membaca dan mencoba beberapa hal, tetapi akhirnya saya harus meminta bantuan seorang ahli. Mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak beres hanyalah sebagian kecil dari permasalahan; saya tidak dapat memperbaikinya karena saya tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan.
Permasalahan itu mengingatkan saya akan para ahli yang tampil di acara berita televisi. Mereka semua "ahli" dalam mencari kesalahan, tetapi sebagian besar dari mereka tidak tahu sama sekali tentang apa yang benar.
Ini juga terjadi dalam hubungan antara sesama manusia. Dalam keluarga, gereja, dan tempat kerja, kita kerap kali mencari-cari kesalahan, sehingga justru tidak ada perbaikan. Tanpa bantuan seorang ahli pun kita tahu bahwa ada sesuatu yang keliru saat orang-orang mulai saling berselisih dan melukai dengan perkataan dan tingkah laku yang kasar. Namun, untuk mengetahui cara memperbaikinya, kita benar-benar memerlukan seorang ahli.
Allah menyatakan kepada nabi-nabi Israel bukan hanya apa yang salah, melainkan juga apa yang benar: "Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!" (Yesaya 1:16,17).
Daripada memusatkan perhatian kita untuk mencari-cari kesalahan, marilah kita menaati Pribadi yang mengetahui apa yang benar
ALKITAB SELALU MENUNJUK KE ARAH YANG BENAR
SEPERTI SEBUAH KOMPAS
Ayat Renungan Filipi 4 : 6 – 7
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi
nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan
permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati
dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Diterjemahkan oleh Yayasan Gloria dengan izin
Hak Cipta (c) pada RBC Ministries
Disalin dari : Renungan Harian Minggu 21 Oktober 2007




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote


Bookmarks