KETAATANffice
ffice" />>>
Seorang pelayan gereja sedang bekerja membelah kayu. Dengan sekuat tenaga ia membelah kayu yang cukup besar. Namun ia melakukannya dengan bersungut-sungut. Sembari ia mengayunkan kapaknya ia bersungut semua ini gara-gara Adam dan Hawa!, satu kali ayun kayu belum terbelah, ia ayunkan lagi kapaknya sembari bersungut gara-gara Adam aku harus memeras keringat. Ia terus bersungut andai Adam taat kepada Allah, kita pasti hidup enak di taman eden. Terus ia ayunkan kapaknya sambil terus bersungut-sungut masak sih untuk tidak makan satu buah itu saja, Adam tidak taat?, dasar Adam bodoh. Tanpa disengaja semua sungutan pelayan itu didengar oleh pendetanya. Lalu pendeta itu bertanya, kenapa kamu bekerja sambil bersungut-sungut?, nyalahin Adam lagi?. iya khan pak pendeta? jawab pelayan itu, dan menyambungnya bukankah gara-gara Adam tidak taat perintah Allah, akhirnya kita semua harus bekerja keras?!. Dengan sabar pendeta itu berkata kamu harus banyak belajar!.
Tak lama kemudian pendeta itu memanggil pelayan yang telah selesai membelah kayu kamu jaga baik-baik bambu-bambu ini, ini susah untuk mendapatkanya dan jangan sekali-kali kamu membuka tutupnya, saya akan segera kembali. Dengan penuh keyakinan pelayan itu menjawabsiap pak! Saya akan menjaganya. Kemudian pendeta itu pergi.
Setelah pendeta itu pergi, pelayan itu mulai bertanya-tanya dalam hatinya kenapa aku harus menjaga bambu-bambu ini?, ada apa dengan bambu ini?, apa isi bambu-bamu ini?. Pelayan itu terus memandangi bambu-bambu itu jangan-jangan isinya makanan yang lesat. Akhirnya timbul niatan dalam hatinya aku mau tahu isi apa sih?, khan Cuma liat aja tidak apa-apa?. Dan iapun membuka tutup bambu itu, betapa kagetnya pelayan itu, kodok hijau besar lompat keluar dari bambu itu, iapun langsung mengejarnya, sementara ia mengejar kodok itu, kodok yang lainnya dari bambu itu keluar semua. Tak sengaja ia menyenggol bambu lainnya, dan bambu-bambu itu terjatuh dan tutup terbuka semua kodok keluar. Akhirnya rumah pendeta itu penuh dengan kodok, melihat semuanya, pelayan itu sangat ketakutan dan ia sembunyi. Tiba-tiba pendeta itu berteriakaku tau dimana kau sembunyi! Ketidak taatanmu yang membuat kamu takut sama seperti Adam!. Ampun pak pendeta jangan usir aku pelayan itu memohon, dan pak pendeta itu bertanyamasihkah kamu bersungut-sungut menyalahkan Adam?.
JIKA KITA RENUNGKAN CERITA TERSEBUT, SERINGKALI KETIKA KITA MENGHADAPI MASALAH, KITA MENYALAHKAN ORANG LAIN BAHKAN TIDAK JARANG KITA MENYALAHKAN TUHAN. HADAPILAH APA YANG HARUS KITA HADAPI, KEBERANIAN TIMBUL KARENA KEBENARAN. PERMASALAHAN YANG KITA HADAPI TAKAN MELEBIHI KEMAMPUAN KITA.
[FONT='Times New Roman','serif']Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.>>[/FONT]
[FONT='Times New Roman','serif']Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.>>[/FONT]
[FONT='Times New Roman','serif']Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. [Yak 1:3-5]>>[/FONT]
>>
Bookmarks