Lebih dari Pemenang
Kita sering mengatakan "saya lebih dari pemenang" karena status kita sebagai orang-orang percaya kepada Kristus. Tetapi apakah kehidupan kita sungguh-sungguh mencerminkan kehidupan seorang pemenang ? Untuk menang dalam suatu pertandingan atau peperangan kita harus gigih, tekad, dan berjuang untuk patuh kepada Yesus sang Komandan.
I Korintus 9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Hidup adalah pertandingan dan untuk menang dalam pertandingan ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan :
1. Menetapkan pilihan.
Hidup adalah pilihan, sejak kecil hingga dewasa dan sampai usia lanjut kita selalu diperhadapkan kepada berbagai pilihan, mulai dari pilihan dimana kita akan tinggal, sekolah, bekerja, memilih teman hidup, sampai kepada pilihan-pilihan sederhana seperti misalnya hendak mengisi waktu dengan berbuat apa, penampilan seperti apa, akan makan apa dll.
Tetapi ada pilihan yang sangat penting, yang terutama dan terpenting, karena akan menentukan arah hidup dan bahkan hidup mati kita, yaitu pilihan kepada siapa kita akan beribadah. Bukan sekedar punya agama atau keyakinan, tetapi ibadah yang sejati dimana kita sungguh-sungguh mempersembahkan seluruh diri dan hidup bagi Allah yang kita sembah.
Setelah kita menetapkan pilihan, maka penting untuk meninggalkan kepercayaan lama. Banyak orang mau percaya dan menerima Yesus tapi keyakinan lama dan pegangan-pegangan turun temurun yang bertentangan dengan firman Allah masih dipertahankan. Sesungguhnya mengikut Yesus tidak bisa kompromi !
Yosua menasehati bangsa Israel agar setia kepada Allah dan berpegang kepada ketetapanNya (Yosua 24:15). Pada awalnya bangsa Israel mengikuti jejak Yosua (Yosua 24:24) tapi sayang mereka tidak setia, (Hakim 2:7;10). Menetapkan pilihan adalah langkah awal yang penting tapi setia kepada pilihan tsb adalah tidak kalah penting.
2. Memelihara apa yang telah anda pilih.
Keselamatan bukan hanya saya "pernah terima Yesus", selanjutnya hidup suka-suka dan mengikuti kemauan hati dan gaya hidup yang ditawarkan dunia yaitu keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup (1 Yohanes 2:16). Tapi keselamatan atau hidup kekal adalah karena hubungan yang terus menerus dan mengikat dengan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Yohanes 17).
Apakah anda percaya Yesus, tapi mau hidup bebas berbuat apa saja ? Alkitab mengatakan "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." (Matius 11:29)
Firman Tuhan harus menjadi pegangan dan pedoman hidup, kita harus berjalan didalamnya, dan bukan tergantung suasana hati atau keadaan, kalau lagi senang ya dengar Firman, kalau lagi banyak masalah ya hidup kompromi. Atau kalau di gereja baik dan saleh, tapi hari-hari diluar hari Minggu jauh dari ibadah dan pelayanan maka gaya hidup kita sama seperti orang tak mengenal Allah, tidak bisa seperti itu.
I Timotius 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Kata "iman" dari Perjanjian Lama adalah "emunah" dan Perjanjian Baru "pistis", yang padanannya adalah "kesetiaan" yang mengacu kepada ketaatan terhadap yang kita percayai atau yakini, sehingga Alkitab menuliskan,
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lukas 18:8).
Adakah kita didapati setia dan taat saat Yesus datang ?
3. Mengakhiri pertandingan.
Paulus menuliskan, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (II Timotius 4:7)
Tapi ada banyak orang yang mengerti Alkitab dengan baik, mengalami hal-hal dahsyat bersama Allah tapi tidak bertahan sampai akhir. Dalam perjalanan hidup mereka banyak hal yang membuat goyah dan mereka tidak dapat mempertahankan kesetiaan sampai akhir. Beberapa contoh seperti Saul, Salomo dan Yudas adalah orang-orang yang mengenal Allah dengan sangat baik tapi di akhir hidup, mereka ada dalam ketidaktaatan.
Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? (Galatia 3:3)
Di jaman sekarang lebih banyak lagi kita melihat contoh orang-orang yang bersemangat dan dipakai Tuhan luar biasa tetapi tidak tahan uji, sehingga Alkitabpun menuliskan bahwa kita harus melihat dan meneladani iman mereka yang sudah mengakhiri hidup dengan baik.
Ibrani 13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
Dan ada peringatan bagi kita yang sudah hidup dalam kasih karunia Allah, Alkitab mengatakan jika kita "pernah diterangi hatinya, pernah mengecap karunia sorgawi, pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.(1 Ibrani 6:4-8)
Jadi bagi kita yang senantiasa mendapat kesempatan untuk mendapat anugerah dari Allah mari kita menghargai dan tidak menyia-nyiakan, hiduplah dalam pertobatan dan tanggalkan segala pakaian kecemaran dan ketidaklayakan sehingga kita tidak mendukakan Roh Kudus, jangan kita menyesal dikemudian hari.
Ibrani 12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk mperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
Dan akhirnya, bagi kita yang menyelesaikan tertandingan dan mengakhiri dengan baik, kitab Wahyu menuliskan "barangsiapa yang menang"
"ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua" (Wahyu 2:11), barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa (Wahyu 2:26), ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. (Wahyu 3:5), ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.( Wahyu 3:21), ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wahyu 21:7).
Amin, Maranatha, Tuhan Yesus datanglah segera !
Tuhan memberkati
Ida SP
Sumber : terang dunia.com




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote
Bookmarks