Tidak Ada Pemeran Pengganti
Yunus 1-2
Kisah pelarian Yunus sudah melegenda, Tapi mengapa Tuhan mau repot-repot membuat nabi ini taat pada-Nya?
Sebenarnya tindakan Yunus kadang merupakan cermin atas apa yang sering kita lakukan, yaitu mengganti rencana Tuhan dengan rencana kita.
Ada kalanya kita sudah tahu kehendak Tuhan namun kita sengaja menolaknya. Lalu setiap kali kita berdoa, seakan-akan Ia sengaja mengungkit-ungkit hal ini.
Tekanan untuk patuh akan terus terjadi hingga kita mau melakukannya atau berhenti berdoa. Namun kita tetap maju walaupun tidak sesuai dengan rencana yang ada di depan kita. Malah kita memilih untuk bertindak sesuai akal kita dan mengabaikan suara Tuhan dengan berbagai aktivitas. Kita bahkan sengaja terlibat dalam pelayanan dengan harapan Ia berkenan atas kita.
Segala kesibukan dengan motivasi yang salah hanya akan membawa kesusahan belaka.
Ketaatan yang setengah-setengah sama saja dengan tidak taat.
Bila kita butuh masalah sebesar ikan yang menelan Yunus untuk mengerti akan prinsip ini, maka Allah akan membiarkan hal itu terjadi.
Ia tidak tertarik dengan kenyamanan kita.
Ia perduli dengan pertumbuhan kita untuk menjadi serupa dengan Kristus dan menjadi saksi-Nya ke seluruh dunia.
Mengganti rencana sempurna-Nya dengan rencana kita yang dangkal adalah suatu tindakan yang sangat egois.
Untuk direnungkan: Ketika kita menolak rencana sempurna Allah, entah karena kita harus mengorbankan harta, waktu, tenaga, atau ego kita, maka kita akan jatuh semakin jauh ke dalam pergumulan dan kesulitan.
Namun begitu kita bertobat dan taat kita pun terlepas dari jerat ini.
Mengikuti rencana-Nya bagi hidup kita selalu membawa damai sejahtera.
|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks