20 KEBOHONGAN BESAR DALAM THE DA VINCI CODETerjemahan bebas dari artikel oleh James A. Beverley di "Charisma" Mei 2006Hanya dalam tempo 3,5 tahun The Da Vinci Code menjadi novel terlaris sepanjang masa di kalangan orang dewasa. Novel ini juga menjadi sumber perdebatan yang seru karena pernyataannya yang radikal yang menyerang dasar-dasar kekristenan. Mengapa semua kebingungan ini terjadi karena cerita fiksi ini? Jawabannya adalah karena kebohongan yang tertulis di lembar pertama, dimana penulisnya -Dan Brown, menyatakan bahwa semua penjelasan dari peninggalan arsitektur, dokumen serta ritual-ritual rahasia yang ada dalam novel tsb adalah sesuatu yang akurat.
Padahal sebenarnya novel ini sama sekali tidak akurat dalam banyak hal. Inilah 20 di antaranya :
1. Alkitab diciptakan oleh Kaisar Konstantin dari Roma di abad ke-4.
The Da Vinci Code menyatakan bahwa Kaisar Konstantin memerintahkan serta mendanai terciptanya suatu Alkitab baru, yang tidak memasukkan Injil-Injil Gnostik tetapi memasukan 4 Injil tradisional (Gnostik adalah suatu sekte dalam kekristenan mula-mula yang mempercayai mistik).
Sebenarnya bukan Konstantin yang menyebabkan terjadinya kanonisasi Alkitab. Bahkan namanya tidak tercantum dalam Cambridge History of the Bible. Alkitab seperti yang kita miliki sekarang ini sudah tersedia bagi orang-orang Kristen 150 tahun sebelum Konstantin hidup.
2.Gulungan kitab Laut Mati dan Injil-Injil Gnostik adalah dokumen tentang kekristenan yang paling awal.
Tidak benar. Gulungan kitab Laut Mati ditemukan tahun 1947 dan diperkirakan berasal dari tahun 250 BC – 100 AD. Akan tetapi sebenarnya dokumen ini tidak berisi tentang kekeristenan tetapi tentang kelompok-kelompok orang Yahudi, ritual mereka pada masa sebelum dan selama Yesus Kristus ada di dunia ini.
Injil-Injil Gnostik mencampurkan juga pengajaran-pengajaran palsu dari kekristenan, tetapi Injil-Injil Gnostik ini baru ada lebih dari seabad setelah kematian Yesus Kristus.
Catatan paling awal tentang Kekristenan adalah Kitab Perjanjian Baru.
3.Injil-Injil Gnostik memberikan pandangan yang positif tentang wanita.
Sebenarnya Yesus yang dilukiskan dalam Injil-Injil Gnostik sama sekali berbeda dengan yang dilukiskan oleh Injil tradisional. Yesus dalam injil-injil gnostik sangat liar dan anti wanita. Coba saja perhatikan apa yang ditulis injil gnostik dalam Injil Thomas: "Simon Petrus mengatakan pada mereka, "Biarlah Maria meninggalkan kita, karena wanita tidak layak hidup."
4.Orang-orang Kristen mula-mula tidak percaya bahwa Yesus adalah anak Allah.Ini adalah suatu pernyataan yang "mengerikan," mungkin karena pengarangnya sama sekali tidak memperhatikan fakta yang ada! Memang setelah 2000 tahun berlalu orang-orang masih memperdebatkan apakah Yesus Anak Allah atau bukan. Tetapi orang-orang Kristen mula-mula tidak pernah meragukan hal tsb! Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"(Mat 16:16) Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya (Gal 4:4).
5.Sidang di Nicea-lah (325 AD) yang menciptakan ketuhanan Yesus.
Bertentangan dengan yang dituliskan oleh Dan Brown, sidang gereja di Nicea hanya mengklarifikasi, bukan yang menciptakan, ketuhanan Yesus. Ada ribuan referensi tentang ketuhanan Yesus dalam literatur-literatur serta peninggalan arkeologi Kristen sebelum sidang di Nicea. Termasuk di dalamnya ratusan pernyataan dalam Perjanjian Baru dan saksi-saksi dari para pemimpin gereja mula-mula pada abad ke-2 dan 3.
6.Yesus sebenarnya adalah seorang penyembah berhala atau penyihir.
Tidak ada referensi yang pernah menunjuk Yesus sebagai seorang penyihir atau penyembah berhala. Novel Da Vinci Code berusaha memberikan argumentasi bahwa Yesus adalah seorang peniru penyembah berhala di masa lalu. Pandangan seperti ini sama sekali mengabaikan konteks Yahudi dari kehidupan serta pengajaran Yesus. Kalau Yesus adalah seorang penyembah berhala atau penyihir, hal tsb pasti sudah dinyatakan oleh para pemimpin agama Yahudi yang waktu itu menentang Dia.
7.Yesus menikah dengan Maria Magdalena.
NovelDa Vinci Code mengatakan bahwa "ada banyak referensi" dalam sejarah tentang hal tsb. Hal ini tidak benar. Pertama-tama, tidak pernah disebutkan dalam Perjanjian Baru ataupun materi dari abad pertama mengenai pernikahan seperti itu. Yang kedua, bahkan dalam materi-materi Gnostik abad kedua serta ketiga tidak pernah disebutkan pernikahan semacam itu. Di dalam materi kitab-kitab Gnostik yang disebutkan adalah Maria sebagai "teman" Yesus. Kata tsb jarang diartikan sebagai "pasangan" atau "istri."
8.Yesus dan Maria Magdalena punya anak bernama Sarah.
Novel tsb mengatakan bahwa Maria mengandung saat Yesus mati. Yusuf dari Arimatea, pamannya, menolong dia untuk pindah ke Perancis. Di sana dia melahirkan seorang anak yang bernama Sarah. Maria dan Sarah mendapat perlindungan dari sekelompok orang Yahudi di Perancis. Menurut novel tsb "banyak sarjana pada jaman tsb menuliskan sejarah kehidupan Maria Magdalena di Perancis." Sebenarnya hal ini hanya merupakan "sampah sejarah" yang pertama-tama dipopulerkan oleh suatu karangan picisan Holy Blood, Holy Grail tahun 1982. Fakta sebenarnya, tidak ada satupun dokumen yang mendukung pernyataan ini, tidak ada sarjana pada jaman tsb yang pernah menulis sejarah seperti yang dikatakan oleh novel tsb.
9.Ada fitnahan pada Maria Magdalena dalam tradisi Katholik.
Bertentangan dengan hal tsb, baik Alkitab maupun tradisi Katholik justru sangat menghormati Maria Magdalena. Bahkan dia dianggap sebagai "orang kudus" dan hari perayaannya ditetapkan tanggal 22 Juli. Sebagai seorang pengikut dekat dari Yesus, dia adalah salah satu dari saksi kebangkitan Yesus. Pandangan yang salah bahwa Maria Magdalena dulunya adalah seorang pelacur tidak pernah muncul sebelum jaman Paus Gregory I tahun 591 AD waktu Sang Paus menganggap bahwa dia adalah seorang pelacur yang ditulis dalam Lukas 7:36-50.
10.Ada sebuah kelompok rahasia bernama the Priory of Sion yang berdiri tahun 1099 untuk menjaga tulang Maria Magdalena dan dokumen yang berisi garis keturunan Yesus Kristus.
Ini adalah salah satu kesalahan besar The Da Vinci Code. The Priory of Sion sebenarnya baru mulai didirikan di Perancis 7 Mei 1956 oleh Pierre Plantard (1920-2000). The Priory pertama-tama dibentuk sebagai suatu organisasi masa. Tahun 1960-an Plantard menciptakan suatu mitos tentang adanya suatu kelompok rahasia yang dipimpin oleh orang-orang seperti Isaac Newton dan Leonardo da Vinci.
11.Dokumen tentang the Priory ditemukan di Bibliotheque Nationale di Paris tahun 1975.
The Da Vinci Code mengatakan bahwa dokumen ini disebut Les Dossiers Secrets. Dokumen ini sebenarnya bukan dokumen yang berasal dari masa lampau tetapi adalah naskah palsu yang dibuat oleh Philippe de Cherisey (1925-1985), rekan konspirator Plantard. Dokumen tsb tidak ditemukan oleh perpustakaan Perancis tahun 1975 tetapi ditempatkan di sana oleh Plantard tahun 1967.
Baik de Cherisey maupun Plantard mengakui kebohongan mereka sebelum mereka meninggal. Plantard mengakui penipuan yang dilakukannya tsb di hadapan Hakim Thierry Jean-Pierre di pengadilan Perancis bulan September 1993.
12.Ada daftar sejarah Grand Masters dari Priory of Sion.
Sebenarnya waktu Plantard menciptakan Priory of Sion dia mencontoh sebagian besar daftar Grand Masters dari suatu kelompok lain seperti the Ancient and Mystical Order Rosae Crucis –suatu organisasi rahasia yang didirikan di Amerika tahun 1915. Plantard juga merubah daftar Grand Masters waktu dia menyusun suatu teori konspirasi mengenai Priory of Sion.
13.The Holy Grail bukan cawan yang digunakan dalam makan malam terakhir tetapi tulang Maria Magdalena.Novel tsb menyatakan bahwa pertanyaan mengenai the Holy Grail adalah pertanyaan tentang tulang Maria Magdalena. Suatu petualangan untuk berdoa di kaki orang yang tersisihkan, seorang wanita kudus yang terhilang.
Legenda mengenai the Holy Grail mulai muncul sekitar tahun 1180 AD dan berkembang sepanjang abad 19. Tetapi dalam legenda tsb tidak pernah diceritakan tentang tulang Maria Magdalena. Bukankah sesuatu hal yang mengherankan kalau para anggota Priory of Sion tidak pernah mengatakan di mana letak tulang Maria Magdalena?
14.The Knights Templar menjaga tulang Maria Magdalena dan dokumen tentang garis keturunan Yesus Kristus serta raja-raja Perancis yang merupakan keturunannya.
The Knights Templar adalah pasukan keagamaan yang didirikan di awal abad 12. Hugues de Payens, seorang ksatria Perancis, merekrut delapan rekannya untuk melindungi perjalanan ziarah ke Tanah Suci.
Dalam artikel-artikel sejarah tidak pernah ada kisah tentang para kesatria Templar yang melindungi Maria Magdalena atau dokumen-dokumen tentang raja-raja Perancis. Pernyataan ini hanya merupakan karangan Pierre Plantard yang mengatakan bahwa dia adalah keturunan Yesus dan berhak atas takhta Perancis.
15.Leonardo Da Vinci dulunya adalah Grand Master dari the Priory of Sion.
The Priory baru ada 437 tahun setelah kematian Sang seniman. Tidak ada ahli tentang Leonardo Da Vinci di dunia ini yang pernah menyatakan bahwa dia dulu pernah menghadapi pemujaan berhala dengan ritual seks. James Beck dari Columbia University mengatakan bahwa ini semua "benar-benar omong kosong." Para ahli Leonardo da Vinci sampai menggelar seminar untuk menangkal anggapan-anggapan yang salah tentang seniman ini yang dinyatakan oleh novel The Da Vinci Code.
16.Leonardo Da Vinci melukiskan Maria Magdalena di dekat Yesus dalam lukisannya yang terkenal "The Last Supper."
Pada jamannya Da Vinci, semua orang percaya bahwa yang ada di sebelah Yesus adalah Yohanes –murid yang dikasihi Yesus. Para ahli seni abad renaissance selalu mengatakan bahwa Yohanes dilukiskan agak feminin. Lukisan tsb tidak dilukis untuk menyatakan identitas seorang wanita tetapi penekanannya adalah keadaan para murid setelah Yesus mengatakan pada mereka "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku"(Mat.26:21). Bahkan seandainya da Vinci melukiskan seorang wanita di samping Yesus, hal tsb bukan merupakan fakta yang bisa dipercaya mengenai kejadian "The Last Supper" yang sudah berlansung 14 abad sebelumnya.
17.Gereja Katholik membunuh 5 juta wanita dalam perang melawan penyihir. Wanita-wanita yang menjadi sasaran adalah para sarjana yang liberal, pendeta-pendeta wanita, orang-orang gypsi, orang yang percaya mistik dan istri-istri simpanan.
Novel tsb sama sekali salah menafsirkan perang melawan penyihir. Pertama-tama, targetnya adalah pria dan wanita penyihir. Keuda, korban wanita umumnya umurnya lebih tua dan bukan berasal dari tingkat sosial atau profesi tertentu. Ketiga, jumlah korban meninggal tidak lebih dari 100.000 orang baik pria maupun wanita. Yang lebih penting lagi adalah perang tsb terjadi karena ada suatu kepercayaan yang nyata bahwa ada pria-pria atau wanita tertentu yang menyembah Satan serta memperlihatkan perilaku yang dipengaruhi oleh kuasa kegelapan.
18.Presiden Perancis Francois Mitterand memesan 666 gelas kaca untuk diletakkan di piramid di pintu masuk Louvre.
Novel tsb memasukkan gossip yang tidak benar yang terajdi sekitar dua dekade lalu. Faktanya adalah Mitterand tidak pernah memesan 666 gelas kaca untuk diletakkan di piramid itu. Bahkan kantor humas Louvre (nama musium di Perancis) memberikan informasi bahwa piramid tsb memiliki 673 gelas.
19.Orang-orang Yahudi dan Kristen mula-mula memasukan ritual seks dalam penyembahan mereka.
Tidak ada satupun catatan yang ada di seluruh Perjanjian Lama ataupun dalam sejarah Yahudi yang menyatakan bahwa ada ritual seks dalam penyembahan di Bait Allah. Para pria Yahudi tidak melakukan hubungan seks dengan para pendeta wanita di Bait Allah. Bahkan kata "pendeta wanita" tidak pernah digunakan dalam Perjanjian Lama.
Dalam novel tsb Yesus dan Maria Magdalena digambarkan sebagai partisipan yang ideal dalam ritual seks di jaman kekristenan mula-mula. Pernyataan liar ini sama sekali tidak ada dasar sejarahnya, baik dalam tradisi kekristenan mula-mula atau bahkan dalam dokumen-dokumen Gnostik.
20.Penyembahan yang benar melibatkan juga hubungan seks.
The Da Vinci Code menyatakan bahwa menurut sejarah, hubungan seks adalah suatu tindakan dimana pria dan wanita bisa mengalami Tuhan dan waktu bersekutu dengan wanita seorang wanita bisa mengalami klimaks instant dimana pikiran mereka jadi kosong dan mereka bisa melihat Tuhan.
The Da Vinci Code bakalan menyesatkan semua orang yang menuruti ajarannya untuk melakukan ritual seks agar bisa mengalami Tuhan. Brown rasanya cuman menggertak saja dalam retorikalnya mengenai seks dalam penyembahan. Mustahil untuk bisa percaya bahwa dia sungguh-sungguh mempercayai ideologinya dalam novel tsb.
Para pembaca buku serta penonton film yang tidak mengetahui informasi-informasi tsb di atas harus menyadari kesalahan besar dari pernyataan-pernyataan mengenai keakuratan sejarah yang dikatakan oleh Dan Brown. Akan tetapi novel serta film ini bisa menciptakan suatu kesempatan bagi para pemercaya untuk menjadi saksi bahwa Alkitab bisa dipercaya dan pesan utamanya mengenai pengampunan –bahwa Anak Allah menjadi daging, mati serta bangkit kembali




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks