Setahun: 1 Samuel 1-3; Lukas 8:26-56

Bacaan : Matius 27:15-23

15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.
16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."
20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa diantara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"
23 Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"

Nats: Orang banyak ... berseru, "Hosana bagi Anak Daud!" (Matius 21:9)


TIDAK KONSISTEN

Jika Anda mengikuti perkembangan olahraga, Anda tahu bahwa penggemar olahraga dapat berubah cepat seperti cuaca. Pemain bintang sebuah tim dapat mendengar 70.000 suara pujian jika ia bermain baik -- atau 70.000 suara cemoohan jika ia melakukan kesalahan.

Tokoh olahraga dapat dengan mudah kehilangan popularitasnya karena orang tidak konsisten. Mereka bersemangat mengikuti tokoh yang membuat mereka merasa senang, tetapi juga bersedia berbalik melawan orang yang sama jika semuanya tidak berjalan baik.

Kitab Suci memuat sebuah contoh ketidakkonsistenan yang jauh lebih serius. Sejumlah besar orang di Yerusalem memuji, memberi penghormatan, dan bersorak-sorai bagi Yesus pada hari Minggu saat Dia memasuki kota dengan menunggang seekor keledai (Matius 21:6-11).
Namun, beberapa hari kemudian, sebagian dari orang banyak itu menuntut agar Yesus disalibkan (27:20-23). Pada hari Minggu mereka menyembah Dia, tetapi pada hari Jumat mereka tak lagi menginginkan Dia.

Dalam hubungan dengan Tuhan, janganlah kita berubah-ubah sikap.
Kadang kita menyembah Yesus dengan segenap hati di hari Minggu, tetapi tepat keesokan harinya, kita hidup dengan sikap seakan-akan kehadiran-Nya mengganggu kita. Atau, di hari Minggu kita mengatakan kepada-Nya bahwa kita mengasihi Dia, tetapi kemudian kita lalai
menaati Dia sepanjang minggu itu.

Janganlah menjadi pengikut Yesus yang tidak konsisten. Sembahlah Dia setiap hari -- bukan hanya pada hari Minggu --JDB

Jangan jadi pengikut tak setia
Yang berkata mengasihi Tuhan
Tetapi setiap hari menjauh dari-Nya
Dan firman-Nya yang menghidupkan. --Sper

MENYEMBAH ALLAH
SEHARUSNYA DILAKUKAN TERUS-MENERUS SEPANJANG WAKTU


e-RH versi web: http://www.glorianet.org/rh/042007/05.html
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/04/05/