Penghalang Dalam Menantikan Tuhan
Bacaan : Mazmur 25:1-5Sesudah kita membuat komitmen untuk mempraktikkan gaya hidup yang menantikan Tuhan, kita perlu berjaga-jaga terhadap tiga hal berikut ini.
- 25:1 Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku;
- 25:2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
- 25:3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
- 25:4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
- 25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Hal pertama adalah godaan untuk kembali lagi mengejar target kita. Ingatlah bahwa bila kita memaksakan rencana kita tanpa melibatkan Allah, hal itu hanya akan membawa kita berjalan di luar kehendak-Nya. Sikap tidak sabar yang kita tunjukkan akan mendorong kita untuk berlari mendahului Tuhan. Dan ketakutan hanya akan menahan langkah kita tertinggal di belakang. Kedua-duanya sama buruknya, yaitu membuat kita melangkah keluar dari jalur Allah.
Area kedua yang perlu diwaspadai adalah tekanan dari orang lain. Orang-orang cenderung memaksakan pendapat mereka kepada kita. "Inilah keputusan yang benar," kata mereka. Atau, "Aku yakin cara ini akan berhasil." Sekuat apapun keyakinan dan paksaan mereka, yang harus kita utamakan adalah tetap suara Tuhan. Apakah hal ini berarti kita tidak dapat mengetahui kehendak Allah melalui orang lain? Bukan begitu, melainkan kita tidak boleh bergerak maju sampai Tuhan menguatkan nasihat-Nya.
Hal terakhir untuk kita waspadai adalah perasaan takut gagal. Kesalahan yang kita lakukan mungkin membuat kita berpikiran negatif terhadap diri sendiri, dan meragukan setiap keputusan yang akan kita ambil. Kita berpikir, Andai saja aku lebih pandai atau lebih berbakat daripada aku sekarang, tentu yang terjadi tidak akan seperti ini. Mungkin kita juga takut bila kita bakal dinilai rendah oleh orang lain, atau takut dikritik atas apa yang telah kita katakan atau lakukan. Ketakutan ini hanya akan membuat kita berusaha menyenangkan orang lain atau malah menolak untuk bertindak, guna menghindari komentar pedas mereka.
Mempercayai Allah dan menantikan-Nya, hanya itu solusi yang tepat.
|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks