Ukuran Rohani
Oleh: Sunanto [sunanto_choa@yahoo.com]

Flp 3:10-11 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. “

Tulisan saya yang membahas tentang melayani dan bersekutu ternyata mendapat cukup banyak tanggapan dari pembaca.
Tentu saja sebagai manusia biasa, saya sangat mungkin melakukan kesalahan sehingga saya sangat berterimakasih untuk setiap masukan dan tanggapan yang membangun.
Salah satu sebab mengapa saya kelihatannya sedikit ekstrim dalam hal ini sebab saya pernah mengalami sendiri pengalaman tersebut.
Saya juga menemukan banyak pelayan Tuhan yang sangat aktif melayani tetapi tidak memiliki hasrat untuk mengenal Tuhan.
Bahkan saya mengenal seorang hamba Tuhan yang diurapi dan dipakai dasyat untuk membangun gereja dan banyak pelayanan tetapi hari ini hidupnya dan keluarganya berantakan.
Saya percaya hal ini bukan karena mereka sengaja melakukannya tetapi kebanyakan karena mereka tidak mengetahui kebenaran bahwa pengenalan akan Allah harus menjadi prioritas utama.
Dan saya merasa terpanggil oleh Tuhan untuk membagikan kebenaran ini, khususnya kepada para pelayan Tuhan yang sibuk melayani tetapi tidak memiliki persekutuan yang akrab dengan Tuhan.
Saya percaya salah satu ciri sebuah gereja yang sehat adalah memiliki jemaat yang berfungsi alias tidak nganggur. Tetapi kita tidak boleh mengukur kerohanian seseorang dari banyaknya aktifitas di gereja atau persekutuan sehingga kita menganggap orang yang tidak aktif melayani bukan orang yang rohani. Ukuran rohani hanyalah mengenal Tuhan dan kedudukan kita dalam Kerajaan Surga hanyalah masalah mengenal Tuhan.
Di sorga nanti kedudukan kita tidak ditentukan dari banyaknya pengetahuan teologia dan aktifitas pelayanan tetapi dari seberapa dalam kita mengenal Allah. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan yang dia kehendaki adalah mengenal Tuhan dan kuasa kebangkitanNya.
Jika anda ada di tempat dimana anda tidak dapat selalu mampu berbicara tentang Tuhan, dimana hanya sedikit yang dapat anda lakukan tetapi Tuhan berharga bagi anda maka itu sebenarnya sudah merupakan pelayanan bagiNya.
Jika Tuhan merupakan hal yang paling berharga dalam hidup anda maka anda dapat digunakanNya untuk pekerjaaan apapun yang dikehendakiNya.
Sebelum Tuhan memakai seseorang maka orang itu harus lebuh dulu mengalami sebuah proses sehingga Tuhan harus menjadi sumber kepuasannya yang utama, itulah prinsip salib.
Pelayanan yang lahir dari pengenalan akan Allah akan berdampak kekal bagi Kerajaan Allah.

Saya merindukan lahirnya sebuah generasi baru yang nantinya akan mengubah sejarah bangsa ini.
Sebuah generasi yang mengenal Allah dan hidup dalam kekudusan yang akan dipakai untuk mentransformasi bangsa ini.
Sebuah generasi yang bergaul dengan Allah dimana sukacita dan semangat mereka dalam melayani lahir dari pengenalan akan Allah.
Mereka juga akan memiliki kesatuan sejati yang terjadi karena hati mereka dipenuhi oleh kasih Allah, bukan karena persamaan doktrin dan tata cara ibadah.
Semoga satu hari nanti akan lahir generasi baru tersebut !