Tanggal: Senin, 22 Januari 2007
Ayat SH: Lukas 8:40-56
Judul: Iman menerobos himpitan
Kita mudah merasa beriman ketika situasi dan kondisi menjanjikan harapan. Tetapi ketika segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita menipiskan harapan, iman bisa seperti benih yang dihimpit oleh semak berduri, dan tak beroleh kesempatan untuk hidup lama.
Namun bukan iman semacam itu yang dimiliki Yairus dan perempuan yang sakit itu. Mereka memiliki iman yang tidak tergantung pada situasi meskipun kondisi mereka tidak membangkitkan harapan.
Yairus, yang anak perempuannya sedang sekarat, mencari Yesus. Ia masih punya harapan karena tahu bahwa Yesus sanggup menyembuhkan.
Harapannya pun berbunga ketika Yesus bersedia datang ke rumahnya. Sementara itu, perempuan yang sakit (pendarahan selama dua belas tahun Mat. 9:18-26; Mrk. 5:21-43) juga mengharapkan kesembuhan.
Bukan tidak mungkin dia telah menghabiskan uang banyak agar sembuh. Mungkin para tabib yang telah dikunjunginya pun sudah menjatuhkan vonis bahwa ia takkan sembuh. Namun imannya kepada Yesus mendorong dia menjamah jubah Yesus hingga beroleh kesembuhan. Akan tetapi, peristiwa tersebut membuat perjalanan Yesus ke rumah Yairus jadi tertunda. Akibatnya anak Yairus meninggal. Kelihatannya tidak ada lagi yang perlu diharapkan. Tetapi Yairus mau percaya ketika Yesus menyuruh dia percaya. Maka apa yang terjadi kemudian atas diri anak itu memperlihatkan bahwa kematian bukan penghalang bagi Yesus untuk menyatakan kuasa-Nya.
Tertundanya perjalanan Yesus ke rumah Yairus justru memperlihatkan bahwa kuasa-Nya bukan hanya atas penyakit yang sulit tersembuhkan, tetapi juga atas maut!
Lewat kisah ini kita melihat bahwa iman bukanlah buah dari harapan.
Iman adalah respons manusia kepada Allah, bahkan ketika tidak ada lagi harapan. Iman memang sesuatu yang bersifat hakiki, yang harus ada dalam diri setiap orang percaya, bagaimanapun situasinya.
Camkan: Situasi genting hanya menggarisbawahi perlunya iman dari waktu ke waktu.
e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2007/01/22/
e-SH versi web: http://www.in-christ.net/sh/22.htm
Ayat Alkitab: http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Lukas+8:40-56
Lukas 8:40-56
40. Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia.
41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya,
42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.
43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan olehsiapapun.
44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau."
46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku."
47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.
48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!"
50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat."
51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.
52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur."
53 Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.
54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!"
55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.
56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks