Renungan harian Rabu 1 Nopember 2006
--Janji Bapa --
Bacaan : Kisah Para Rasul 1:1-8
1:1. Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
1:6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Alkitab merupakan buku perjanjian dimana setiap janji yang ada di dalamnya dijamin oleh Allah sendiri (II Korintus 1:20). Salah satu janji-Nya yang indah adalah akan diutus-Nya Seseorang untuk tinggal bersama dengan setiap orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Seseorang itu bukanlah orang sembarangan, melainkan Roh Allah sendiri, sang Pemberi janji. - Alkitab mengajarkan bahwa Dia itu Pribadi ketiga dari Tritunggal, bersama dengan Bapa dan Anak -Nya.
Sifat ketritunggalan Allah dijelaskan dengan sangat gamblang di dalam Alkitab. Dalam Kejadian 1:1-2 diterangkan dengan baik bagaimana Bapa maupun Roh berperan aktif dalam proses penciptaan. Sementara itu dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa Yesus Kristus pun hadir ketika dunia sedang dibentuk (Kolose 1:16). Contoh lain juga kita temui di dalam janji Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, pada malam sebelum Dia disalibkan. Yesus berkata bahwa Dia akan meminta Bapa-Nya untuk mengirimkan “Penolong yang lain”yaitu Roh Kudus (Yohanes 14:16, 26). Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya dan membaptis mereka di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19).
Berdasarkan kebenaran Alkitab inilah, kita dapat menyatakan dengan yakin bahwa Roh Kudus sepenuhnya adalah Allah sebagaimana Bapa dan Anak. Alkitab juga mengajarkan bahwa kita dapat mengenal Bapa maupun Yesus secara intim. Hal yang sama berlaku juga bagi Roh Kudus. Roh Kudus sangat penting dalam kehidupan setiap orang percaya, sedemikian pentingnya, sehingga Yesus menghabiskan banyak waktu-Nya untuk berbicara tentang Roh Kudus kepada para murid-Nya.
Sudahkah Anda mengenal Roh Kudus sebagaimana Anda mengenal Bapa dan Anak? Jika belum, luangkanlah waktu untuk mempelajari Alkitab agar Anda dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya Roh Kudus bagi kehidupan Anda.
|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks