Renungan Hari Senin 02 Oktober 2006.
Kerinduan Untuk Mengenal Tuhan--
Bacaan ; Filipi 3:7-12
3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
3:9. dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Sebagai orang Kristen, setiap kita harus memiliki kerinduan untuk mengenal Bapa lewat diri Anak-Nya, Yesus Kristus (Yohanes 14:9). Lalu kerinduan seperti apa yang perlu kita miliki?
Pertama, kita punya semangat untuk mengenal sang Juru Selamat.
Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Gembala yang Baik, Roti Hidup, dan Pokok Anggur yang Benar. Ia mengundang kita untuk mendalami setiap karakter-Nya. Kita jangan berpuas diri hanya dengan apa yang kita ketahui.
Kedua, kita perlu menunjukkan komitmen kepada Tuhan yang kemudian akan berpengaruh pula pada cara pengelolaan uang, suasana di tempat kerja, persahabatan, dan juga keluarga kita. Ingat, membangun hubungan dengan Tuhan adalah usaha seumur hidup dan tidak ada jalan pintas.
Ketiga, prioritas utama kita haruslah untuk mengenal Tuhan (Yohanes 6:29) dan mengasihi-Nya (Markus 12:30). Jika Ia menjadi yang utama dalam hati kita, maka saat teduh bersama-Nya menjadi waktu yang paling berharga dan dinantikan. Hari-hari kita pun akan disusun lewat ketaatan kita akan Firman-Nya. Doa merupakan kesempatan untuk mendengarkan ketimbang berbicara.
Yang terakhir, segala keinginan yang bertentangan dengan kerinduan kita kepada Tuhan perlu disingkirkan. Berbalik dari dunia dan segala keinginannya adalah harga kecil yang harus kita bayar untuk dapat menikmati berbagai berkat dari hubungan yang erat bersama Tuhan.
Seiring berjalannya waktu, jika kita tetap mempertahankan kerinduan dan komitmen yang teguh untuk mengenal Tuhan, menempatkan diri-Nya sebagai yang utama dalam hidup kita, dan menggantikan keinginan kita dengan keinginan-Nya, maka kerinduan kita pun akan semakin besar. Jadi saat Anda melihat di dalam cermin rohani Anda, siapakah yang Anda lihat – seorang Kristen yang tekun atau suam-suam kuku saja?
|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks