RENUNGAN HARI INI
Kamis, 28 September 2006
SIKAP DALAM MENGHADAP TUHAN
Bacaan : Pengkhotbah 4:17
“Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban ...” (Pkh. 4:17).
Terkadang tanpa kita sadari seringkali kita berkelakuan layaknya orang- orang yang tidak mengenal Tuhan dan kebenaran firmanNya. Kita hidup seturut dan semau kita melangkahkan kaki ini. Bahkan di dalam menghadap Tuhan atau beribada, kita hanya sekedar datang tanpa persiapan yang kita lakukan untuk hati dan pikiran kita. Sepertinya hal tersebut kita lakukan karena kita hanya memenuhi kebiasaan kita, bukan kesadaran dan tangungjawab. Lalu bagaimanakah sikap kita dalam menghadap Tuhan pada saat kita beribadah? Supaya pada waktu kita beribadah, diri kita berkenan dan diberkati oleh Tuhan.
1. Persiapkan hati
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Mat. 5:6.)
Hatilah yang perlu kita persiapkan terlebih dahulu bila kita ingin datang dan beribadah kepada Tuhan. Jika hati kita siap, maka firman dan kebenaranNya yang kita terima akan memuaskan hati dan jiwa kita. Firman itu akan tertanam, tumbuh, berbuah serta dapat menjadi pedoman bagi langkah kehidupan kita.
2. Pandanglah Yesus
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah (Ibr. 12:2).
Saat kita datang beribadah kepada Tuhan maka pandangan kita hanya kita tujukan kepada Yesus saja. Jikalau hanya Yesus saja yang menjadi tujuan kita, maka siapapun yang melayani, hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi kita dalam menerima berkatNya.
3. Datang pada Tuhan dengan tujuan
16:16 Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,
16:17 tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."
(Ul.16:16-17).
Datang beribadah kepada Tuhan harus kita lakukan dengan tujuan bahwa kita wajib mengucap syukur atas kasih, rahmat, berkat dan anugerahNya yang telah kita terima. Olehnya kita bukan hanya mempersembahkan tubuh jiwa kita saja, tetapi kita dapat mempersembahkan lewat harta kita melalui persembahan.
4. Berjaga dan berdoa pada waktu mendengar firman Tuhan
Tetaplah berdoa.(1Tes.5:17).
Pada saat kita mendengarkan firman Tuhan, jika kita tidak waspada, firman Tuhan yang kita terima dapat tercuri oleh iblis. Jadi betapa pentingnya kita menjaga hati dan pikiran kita dan menempatkannya dalam posisi siap dan siaga dari serangan iblis.
Besarlah rahasia dan berkat dari ibadah yang kita kerjakan. Dia adalah Tuhan yang mampu menolong dan menyelesaikan setiap pergumulan, dan selalu memberkati setiap langkah di dalam kehidupan kita. (Ariel)
Doa: Bapa, terpujilah namaMu kekal selamanya. Haleluya, Amin!
JAGALAH LANGKAHMU KALAU ENGKAU BERJALAN KE RUMAH ALLAH
|||||| sumber: http://www.glministry.com/ ||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks