Rabu, 27 September

TAKUT PADA HAL TERBURUK

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Galatia 6:2)

Bacaan: Galatia 6:2-10
6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Setahun: Yesaya 3-4; Galatia 6

Ketika mengetahui bahwa saya perlu menjalani kemoterapi, ketakutan terbesar saya adalah kehilangan rambut. Saya tahu ini adalah pikiran yang sia-sia dan seharusnya hanya menjadi masalah kecil, namun saya beralasan bahwa boleh saja saya meratapi sesuatu yang disebut Alkitab sebagai kehormatan seorang wanita (1 Korintus 11:15).
Namun, saya menyadari bahwa kehilangan yang saya ratapi itu bukanlah kehilangan kehormatan saya, melainkan jati diri saya. Rambut saya yang panjangnya selutut, benar-benar merupakan bagian jati diri saya. Saya takut kehilangan jati diri bila kehilangan rambut. Dulu saya bermimpi buruk jika rambut saya dipotong. Namun, bagaimana jadinya bila rambut saya benar-benar dipotong? Saya takut terhadap hal terburuk.
Namun, kejadian terburuk itu tidak pernah terjadi. Rambut saya memang dipotong pendek—hingga saya sedikit cemas namun tidak bermimpi buruk. Dan kemudian rambut saya rontok—ada rasa sedih, namun tidak patah semangat.
Beberapa minggu kemudian sahabat saya, Marge, berkata, “Julie, aku tidak bisa mengatakan betapa sering aku meratapi kehilangan rambutmu, karena itu benar-benar bagian dari dirimu.”
Tiba-tiba saya menyadari bahwa Marge memenuhi perintah dalam Galatia 6:2, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!” Ia telah mendampingi saya dengan doa-doa dan empati untuk meringankan beban saya.
Setan ingin mengalahkan kita dengan beban-beban berat, tetapi sesama orang percaya dapat memperkecil penderitaan yang ditimbulkannya, dengan kasih dan dukungan mereka —JAL

TOLONG-MENOLONG DALAM MENANGGUNG BEBAN MEMBUAT BEBAN ITU DAPAT DITANGGUNG

|||||| sumber: http://www.glorianet.org/ ||||||