Pemulihan Hubungan
Oleh: Sunanto
Mal 4:5-6 “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah .”
Hampir tidak ada satu orangpun yang pernah hidup di dunia ini tanpa pernah merasa kecewa atau terluka terhadap orang lain.
Walaupun kadarnya berbeda-beda tetapi pasti setiap orang pernah merasakan sebuah kekecewaan atau luka dalam hidup ini.
Saya termasuk salah satu orang yang memiliki kadar luka batin yang terbilang berat akibat penolakan ketika masih kanak-kanak.
Oleh anugerah Tuhan, setelah melewati sebuah proses panjang saya akhirnya berhasil menang dan sembuh dari semua luka-luka batin tersebut.
Kunci utama untuk bisa mengalami pemulihan adalah dengan melepaskan pengampunan.
Orang yang tidak mau mengampuni kesalahan orang lain biasanya akan mengulangi perbuatan orang yang telah melukainya.
Seseorang yang kepahitan dengan ayahnya biasanya akan cenderung melukai anak-anaknya sehingga kesalahan tersebut akan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bila tidak muncul sebuah generasi yang mengalami pemulihan maka kutuk akan menimpa bumi seperti yang telah dinubuatkan oleh nabi Maleakhi.
Di akhir jaman ini akan terjadi sebuah gerakan pemulihan hubungan (rekonsiliasi) dalam keluarga, gereja dan bangsa.
Saya percaya Tuhan telah memanggil dan memberikan beban di hati saya untuk terlibat dalam gerakan pemulihan hubungan ini.
Ketika kerusuhan Mei 1998 lalu, seorang hamba Tuhan yang bernama John Dawson diutus oleh Tuhan untuk membawa gerakan rekonsiliasi di Indonesia.
Saya masih ingat waktu itu mendengar kotbahnya yang disiarkan oleh salah satu radio swasta.
Dalam kotbahnya tersebut John Dawson mengatakan pentingnya dilakukan gerakan rekonsiliasi di Indonesia, salah satunya rekonsiliasi antar etnis keturunan tionghoa dengan kaum pribumi.
Gerakan rekonsiliasi itu akhirnya menyebar dan dilakukan dimana-mana.
Di gereja dimana saya berjemaat juga dilakukan gerakan rekonsiliasi dimana kami saling melepaskan pengampunan.
Saya percaya gerakan rekonsiliasi ini menjadi salah satu faktor penyebab diterima dan diakuinya etnis tionghoa sebagai bagian dari bangsa ini sehingga saat ini hari raya imlek ditetapkan menjadi hari libur nasional.
Saya percaya salah satu tanda kebangunan rohani selain banyak jiwa yang diselamatkan adalah terjadinya sebuah pemulihan hubungan.
Jika memang benar Tuhan akan melawat Indonesia dengan sebuah kebangunan rohani yang besar maka kita akan melihat terjadinya sebuah tuaian yang besar dan gerakan pemulihan hubungan.
Saya sangat yakin bahwa kebangunan rohani yang sejati akan melahirkan pemulihan hubungan sebab saya telah mengalaminya sendiri.
Bila kebangunan rohani terjadi kita akan melihat terjadinya sebuah gerakan pemulihan hubungan dalam keluarga, gereja dan bangsa.
Kebangunan rohani tersebut akan menyebabkan gereja Tuhan di negeri ini bersatu dan bangkit menjadi terang.
Kebangunan rohani itu akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan bersatu.
Mari kita terus doakan agar Tuhan melawat negeri ini dengan kebangunan rohani yang sejati.
Datanglah Tuhan Yesus dan pulihkanlah negeri kami !




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks