TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

“Didalam Alkitab, Allah memandang hubungan suami & istri secara serius. Tujuan didalam perkawinan seyogyanya lebih dari persahabatan; tetapi haruslah menjadi keSATUan”

DUA TIPE MENDENGAR
Bacaan : Yakobus 1 : 22-25

1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Bapa berkata, : “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia” (Markus 9:7).
Kristus-pun mengingatkan kita,: “Perhatikanlah cara kamu mendengar!” (Lukas 8:18)
dan bahkan menegaskan: “Dengar dan camkanlah!” (Matius 15:11).
Menaruh perhatian yang besar adalah suatu kualitas hidup yang menandai, apakah kita pengikut Kristus yang sejati.

Ada dua tipe pendengar pasif dan asertif. Bila dilihat sepintas, kedua tipe ini kelihatan sama-sama mengkonsentrasikan pikiran mereka, namun sebenarnya berbeda. Pendengar pasif, pikirannya bisa saja bercabang, dan memberikan sedikit perhatian untuk apa yang didengarnya. Mereka selalu akan terfokus pada dirinya sendiri dan bukan pada Tuhan dengan atau tanpa disadari olehnya. Akhirnya fokus pada diri sendiri itu akan menghasilkan suatu sikap “hiburlah aku”, yang terlihat dalam berbagai macam bentuk. Misalnya ia menginginkan suatu jenis ibadah atau alat musik yang lebih ia sukai,kalau ia tidak mendapat maka, ia akan marah atau undur.

Sebaliknya, pendengar yang asertif atau penuh perhatian, datang dengan suatu kerinduan untuk menerima sesuatu dari Allah entah itu bimbingan, dorongan, atau hadirat-Nya yang menghibur. Ia tidak akan senang begitu saja menerima sesuatu sampai mereka mengalami sendiri Allah yang hidup. Fokus utama mereka adalah Allah sendiri.

Sebagai orang yang sedang dilatih untuk dapat mendengarkan Tuhan dengan baik, siap sedialah selalu untuk melakukan apapun. Bukalah Alkitab untuk mengarahkan perhatian Anda pada firman-Nya. Dan siapkanlah selalu pena di tangan untuk mencatat apa yang dinyatakan-Nya kepada Anda. Bila kita hanya mengharapkan sedikit atau bahkan tidak tertarik pada firman-Nya, jangan harap kita akan mendapatkan banyak dari Dia!

Tuhan selalu berbicara dengan tujuan khususnya. Sayangnya, Dia TIDAK selalu didengar. Sekarang ujilah, pendengar macam apakah diri Anda?


|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||