Renungan harian Senin 11 September 2006
Bacaan : -- Matius 12 : 22 - 32
12:22. Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.
12:23 Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud."
12:24 Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan."
12:25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.
12:26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?
12:27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
12:29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.
12:30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.
12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.
Dosa Yang Tidak Dapat Diampuni (1)
Dosa yang “tidak dapat diampuni,” apa pendapat Anda tentang hal ini? Apa sebenarnya yang dimaksudkan Tuhan dengan dosa yang tidak dapat diampuni? Dosa itu adalah suatu sikap penolakan yang disengaja terhadap kuasa Allah tanpa mau peduli dengan bukti yang begitu kuat dan nyata. Saya pelajari dosa seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang di zaman Yesus saja. Seperti kasus di dalam bacaan kita hari ini
Misalnya, orang-orang Farisi yang menjadi saksi mata tentang mujizat yang Yesus lakukan, mereka inilah yang Yesus maksudkan telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Sebenarnya mereka iri hati dan marah terhadap popularitas Yesus yang terus meningkat di antara bangsa Yahudi, dan dengan sembrono menuduh penyembuhan dan pengusiran setan yang dilakukan Yesus adalah pekerjaan setan. Yesus menegur cara pikir mereka yang salah itu dengan menjelaskan bahwa:
1. Setan tidak mungkin menghalangi pekerjaannya sendiri,
2. Orang-orang Farisi juga dapat mengusir setan, tetapi
3. Setan hanya dapat diusir dengan kuasa yang lebih besar dari dirinya sendiri.
Itu sebabnya para pemimpin agama itu berargumentasi dengan Yesus, selain itu mereka juga menolak Yesus sebagai Mesias.
Mereka juga mengatakan bahwa pekerjaan Yesus berasal dari iblis, meskipun bukti-bukti yang ada tidak dapat dibantah. Iman dan pertobatan yang sejati tidak berarti apa-apa bagi mereka, sebab mereka hanya bernafsu untuk mendapatkan reputasi menjadi pemimpin. Mereka jadi sok pinter dan menuduh Yesus menghujat Allah.
Besok kita akan belajar mengapa dosa yang tidak dapat diampuni ini tidak akan terjadi lagi di zaman kita. Untuk hari ini, cukup Anda yakin bahwa setiap dosa seberapapun parahnya semuanya itu telah di’tutup’ lunas dengan darah Yesus Kristus.
“Untuk menyelesaikan sesuai yang telah kita mulai, diperlukan kerja keras serta petunjuk yang bijaksana dan disiplin diri yang kuat disertai hikmat Alllah”
|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks