RENUNGAN HARI INI
Rabu, 23 Augustus 2006
BERTINDAK DENGAN IMAN
Bacaan : Matius 14:13-21
14:13. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
14:17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
14:18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
14:20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
“Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” (Matius 14:16)
Seringkali kita mendengar di dalam khotbah yang disampaikan oleh pendeta, bahwa kita sebagai orang Kristen harus bertindak dengan iman. Bertindak dengan iman adalah kalimat yang gampang diucapkan, tetapi tidak mudah untuk dilakukan. Penghalang yang utama sehingga kita tidak dapat melakukannya adalah karena seringkali kita kaget dan terpengaruh dengan besarnya persoalan yang dialami. Juga kita terkadang memandang persoalan dari sudut pandang mata jasmani, sehingga kita lupa bahwa Tuhan sanggup menolong kita.
Sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan, wajar saja kita mengalami hal seperti ini, sesungguhnnya murid-murid Tuhan Yesuspun juga pernah mengalami hal yang sama. Kalau kita membaca Matius pasal 14 ini mulai dari ayat 15-21, kita akan membaca bagaimana murid-murid Tuhan Yesus terkejut ketika mereka diminta untuk memberi makan orang banyak yang mengikuti Yesus .
Hal yang sama juga dialami oleh nabi Musa ketika ia dan bangsa Israel dihadapkan dengan laut Teberau saat dikejar oleh tentara Firaun. Tuhan menghendaki nabi Musa dan segenap orang Israel berangkat dan pergi meninggalkan negeri Mesir. Tuhan tidak asal menyuruh dan tidak asal memberi perintah, Tuhan tahu benar dan bertanggung jawab untuk apa semua yang telah diucapkanNya.
Jikalau kita ada pada saat itu, mungkin betapa ketakutannya kita, dihadapan terbentang laut Teberau yang tidak mungkin dapat diseberangi, dan dibelakang tentara Firaun yang siap dengan senjatanya. Musa baru sadar bahwa Allah menyertai dan sanggup menolong bangsa Israel dari segala macam persoalan.
Apa yang murid-murid Tuhan Yesus dan nabi Musa alami juga kerap kita alami.Jadi, jangan hanya melihat besarnya persoalan, tetapi lihatlah besarnya kuasa Tuhan. Kalau dahulu Allah menolong, maka sekarang bahkan sampai selamanya Dia tetap Allah yang sama yang sanggup menolong kita. Bukankah Tuhan telah memberika otoritas, iman dan kuasa dibalik namaNya? Gunakanlah otoritas itu! ( Ariel)
Doa: Ya Allah, Bapa yang baik, kami sungguh percaya bahwa Engkau akan memberikan yang terbaik dalam kehidupan ini. Amin!
JANGAN MELIHAT BESARNYA PERSOALAN, TETAPI LIHATLAH BESARNYA KUASA TUHAN YANG DAPAT MELEPASKAN KITA
|||||| sumber: http://www.glministry.com/ ||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks