Harga Dari Sebuah Kompromi --
I Raja-Raja 11:1-8
11:1 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,
11:2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.
11:3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.
11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
11:5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
11:7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.
11:8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.
Masyarakat moderen mempunyai konsepsi yang salah bahwa orang-orang Kristen seharusnya tenang-tenang saja dengan kepercayaan mereka dan lebih toleran terhadap pandangan dunia. Namun, kita dapat melihat dari kehidupan Raja Salomo bahwa kompromi terhadap perintah Tuhan mengakibatkan pilihan yang menghancurkan.
Pada masa-masa awal dari pemerintahannya, Salomo mempunyai komitmen untuk melakukan yang benar. Namun kemudian, ketika ia melihat peluang politik untuk mempromosikan dirinya, ia mengabaikan tuturan Firman Tuhan yang melarang untuk memperisteri wanita-wanita penyembah berhala (I Raja-Raja 3:1). Pernikahannya dengan wanita-wanita penyembah berhala ini nampaknya tidak begitu penting, namun strategi Setan adalah meyakinkan kita untuk kompromi dengan hal-hal yang sederhana dari Firman Tuhan.
Salomo mengagumi wanita-wanita cantik dari suku-suku bangsa lain. Dia tidak mencari jalan untuk menghindari pencobaan, malah membiarkan dirinya menjalin hubungan dengan wanita itu, dan kemudian mencari lebih dan lebih lagi wanita-wanita cantik asing lainnya. Salomo dikelilingi oleh orang-orang asing, ia terpengaruh oleh agama-agama mereka. Akhirnya ia terjerat oleh dosa, dan hatinya berpaling dari Tuhan.
Pencobaan yang dialami Salomo mungkin berbeda dengan pencobaan yang kita alami, namun menerima kompromi juga dapat menjerat kita. Kekaguman yang tidak terkendali untuk sesuatu di luar kehendak Tuhan dapat membuat kita berkeinginan kuat untuk mendapatkannya. Walaupun kita mengetahui bahwa pilihan kita salah, namun kita mengeraskan hati kita melawan peringatan-peringatan yang diberikan oleh Roh Kudus. Keterpikatan kita menjadi semakin dalam sampai obyek, orang, atau aktivitas yang diinginkan mendapatkan prioritas yang lebih besar dari Tuhan sendiri. Jika kita mengijinkan hal itu terjadi, maka kita akan kehilangan kemerdekaan kita di dalam Yesus Kristus dan terperangkap di dalam ikatan dosa. Dengan kata lain, harga yang harus dibayar dari sebuah kompromi adalah rusaknya jiwa kita.
|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks