e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
Tanggal: Selasa, 1 Agustus 2006
Ayat SH: Roma 9:19-33
Judul: Kedaulatan kasih Allah
Membicarakan tentang doktrin pilihan memang memerlukan hikmat
bijaksana. Oleh karena itu, ketika menuliskan bagian surat ini
Paulus berhati-hati, namun jelas dan tegas. Kebenaran memang
dapat menimbulkan perma-salahan, tetapi tetap harus dinyatakan
meski pembaca suratnya mungkin tidak sependapat dengannya.
Jika Allah menyelamatkan sebagian orang, tetapi juga mengeraskan
hati sebagian orang yang lain, bukankah hal itu berarti Allah
yang bertanggung jawab untuk kebinasaan sebagian orang tersebut
(19)? Lalu di manakah keadilan Allah, jikalau Ia telah
menentukan lebih dahulu kebinasaan atau keselamatan seseorang
bahkan sebelum kelahirannya? Pertanyaan-pertanyaan yang hendak
Paulus jawab ini mungkin berasal dari pokok Yahudi, mungkin juga
berasal dari pokok Romawi (20-21). Pokok Yahudi pasti
mempertanyakan keadilan Allah. Sedangkan pokok Romawi pasti
terpengaruh oleh ajaran dan kepercayaan bahwa nasib umat manusia
dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan astrologis yang tidak
menentu.
Jika kita merasa Allah tidak adil dalam keputusan dan pemilihan-Nya,
mari kita tempatkan diri kita pada posisi ciptaan. Mari dengan
rendah hati, kita mengakui ketidaklayakan kita untuk mengajari
Tuhan apa yang harus dan tidak harus Ia perbuat (20-21).
Syukurilah bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam sejarah
manusia bukan disebabkan oleh kuasa-kuasa lain, tetapi
disebabkan oleh Allah yang Maha Kuasa (22). Ingatlah juga bahwa
kita semua adalah orang berdosa. Bukankah kasih yang telah
membuat kita yang seharusnya dimurkai boleh mengenal Tuhan Yesus
dan karya penyelamatan-Nya? (23). Yakinilah pemilihan Allah itu
sebagai serasi baik dengan kedaulatan, keadilan, dan kasih-Nya,
maupun dengan tanggung jawab kita sebagai manusia.
Ingat: Hanya dengan menundukkan diri kita kepada-Nya, kita
akan dibuat takjub oleh visi misi Allah yang dahsyat.
e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2006/08/01/
e-SH versi web: http://www.in-christ.net/sh/1.htm
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Ayat Alkitab: http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Roma+9:19-33
Roma 9:19-33
19 Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa
lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang
kehendak-Nya?"
20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah?
Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:
"Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah
liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk
dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai
guna tujuan yang biasa?
22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan
kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap
benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk
kebinasaan--
23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas
benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk
kemuliaan,
24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara
orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea:
"Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih:
kekasih."
26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu
ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka:
"Anak-anak Allah yang hidup."
27 Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak
Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan
diselamatkan.
28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan
di atas bumi, sempurna dan segera."
29 Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya
Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita
sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."
30. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa
bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh
kebenaran, yaitu kebenaran karena iman.
31 Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan
mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu.
32 Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman,
tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan,
33 seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion
sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang
percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@xc.org
---




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks