Senin 31 Juli 2006.

Panggilan Untuk Melayani

-- Yohanes 13:1-17

13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
13:6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
13:7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
13:8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
13:9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"
13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;
13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
13:16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
13:17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Allah memanggil kita tidak hanya untuk menerima keselamatan saja; tetapi Dia juga memanggil kita untuk melayani. Hal itu bukan hanya ditujukan bagi para pengkhotbah, misionaris, dan mereka yang dipanggil sebagai pelayan Tuhan saja. Sesungguhnya, setiap kita dipanggil untuk melayani-Nya sepenuh waktu di mana pun kita tinggal dan bekerja sebab kita diperlengkapi dengan karunia-karunia khusus untuk tujuan itu. Talenta dan kemampuan kita secara sempurna dirancang Allah untuk menggenapi rencana-Nya di dalam hidup kita.
Banyak orang berpendapat dan pendapat ini jelas-jelas salah bahwa satu-satunya cara untuk melayani Allah hanyalah di gereja. Padahal ada ribuan kemungkinan: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23). Jadi, jika kita menjalani kehidupan kita dalam suatu gaya hidup yang berkorban, itu berarti kita merefleksikan Kristus di dalam apapun yang kita lakukan.
Kehidupan Juruselamat kita di bumi identik dengan kehidupan yang melayani (Matius 20:28). Hidup ini adalah melayani, sebagaimana dikatakan Paulus, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Filipi 1:22). Prinsip inilah yang seharusnya dipegang teguh oleh setiap pengikut Kristus. Sayangnya ada banyak orang Kristen lebih memilih untuk dilayani daripada melayani orang lain.
Pelayanan sejati dimulai dengan suatu hati yang berkata, “Bapa, Engkau memilikiku, dan segala sesuatu yang aku punya adalah milik-Mu. Engkaulah Tuhanku dan Allahku. Apapun yang Kaukehendaki untuk aku lakukan, baik kecil maupun besar, Engkau berjanji untuk memperlengkapi dan mengurapiku dengan Roh-Mu, dan memampukan aku melakukan apapun yang Kaukehendaki. Inilah aku Tuhan, pakailah sebagai pelayan-Mu. Aku siap ya, Tuhan.” Siapkah Anda berkata seperti itu?