By: http://www.indomedia.com/poskup/2006...i28/bisnis.htm
Kupang, PK
Sebanyak 11 dari 13 mesin pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kupang rata-rata berusia di atas 20 tahun. Dengan usianya seperti itu, berpengaruh terhadap kemampuan mesin dalam menyuplai listrik kepada pelanggan. Demikian dikatakan Kepala Kantor PT PLN Wilayah NTT, Ir. Manerep Pasaribu, M.M, kepada wartawan saat berkunjung ke pembangkit PLN di Tenau dan Kuanino-Kupang, Selasa (27/6).
Manerep menjelaskan, dari 13 mesin pembangkit PLN di Kupang, hanya dua mesin baru yang pengadaannya dilakukan tahun 2003 dan tahun 2005. Sedangkan 11 mesin lainnya ada yang pengadaannya tahun 1985 dan 1986.
Seperti disaksikan Pos Kupang, mesin-mesin pembangkit PLN tersebar di dua tempat, yakni di Kuanino lima pembangkit dan Tenau delapan pembangkit. Delapan pembangkit di Tenau diletakkan dalam tiga gedung. Gedung pertama, empat pembangkit dengan kapasitas masing-masing 2.500 kw, tiga mesin berikutnya di gedung kedua dengan kapasitas 5.000 kw dan satu mesin lainnya merk Cartepilar merupakan mesin baru yang diadakan tahun 2005 berada di gedung ketiga.
Dari delapan pembangkit yang ada di Tenau, yang beroperasi hanya lima pembangkit, yakni empat pembangkit kapasitas 2.500 kw dan satu pebangkit kapasitas 4.700 kw. Sedangkan tiga pembangkit lainnya dengan kapasitas masing-masing 5.000 kw sedang dalam perawatan. Menurut salah seorang mekanik, ketiga pembangkit ini akan dioperasikan sebelum Natal dan tahun baru.
Sementara di Kuanino, empat mesin lama dengan kekuatan 2.500 kw dan satu mesin baru dengan kapasitas 4.700 kw. Total daya dari 13 pembangkit yang ada, kata Manerep, 2.310 MW dengan beban puncak saat ini 22 MW.
Dari pembangkit yang ada hanya dua pembangkit yang mempunyai kemampuan 1.000 RPM (rotasi per menit), yakni pembangkit yang diadakan tahun 2003 dan tahun 2005. Sedangkan 11 pembangkit lainnya hanya mampu 600 RPM. Secara umum untuk 11 mesin lama, pemeliharaan rutin (volt overhaul) dilakuan mulai 24 jam pertama sampai dengan 3.000 jam (P0-P5).
Pada saat mesin beroperasi 6.000 jam mulai dengan pemeliharaan berkala, 12.000 jam semi of the overhaul (SOI) dan pada saat mesin beroperasi 24.000 jam (mayor overhaul) semua peralatannya harus diganti. Sementara untuk dua pembangkit baru, volt overhaul baru dilakukan pada saat mesin beroperasi 112 jam-16.000 jam.
Kepala PT Trakindo Jawa Cabang Wilayah Bagian Timur, Imam Amali, mengatakan, pembangkit merk ini memasuki mayor overhaul (MO) ketika beroperasi 24.000-32.000 jam. Setiap tahun, kata Imam, mesin-mesin yang ada rata-rata beroperasi 6.000 jam. Pada saat jam operasinya sudah mencapai 6.000 jam, jelas Imam, harus segera dilakukan pemeliharaan dan harus ada komponen yang diganti. Jika tidak, katanya, akan mengganggu pasokan suplai listrik ke pelanggan.
Sebagai dealer resmi pembangkit, Imam membantah bahwa pembangkit yang dijual ke PLN merupakan mesin bekas. "Setiap pembangkit kita selalu ada garansi 12 bulan. Jika ada yang cacat bisa dikembalikan. Untuk menjamin operasional produk-produk, kami selalu tempatkan tenaga teknik di kantor cabang terdekat," kata Imam. (dea)




LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote

Bookmarks