All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 4 of 4
  1. #1
    Member susanti is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    527
    Rep Power
    6

    Default Kriteria Perusahaan Cetak Dalam Membeli Kertas

    Saat memilih kertas, pelanggan cetak cenderung tidak focus pada masalah teknis. Sementara anda percetakan justru sebaliknya, peduli dengan karakteristis kualitas kertas, berat kertas (gramatur), permukaan kertas, brand, saat memilih kertas untuk suatu pekerjaan cetak. Pelanggan cetak jelas mempunyai pendekatan memilih kertas yang sangat berbeda.

    Ada 6 faktor paling tidak yang mempengaruhi pelanggan cetak dan designer cetak saat memilih kertas, yaitu: (1). Kesesuaian, (2). Performance, (3). Ketahanan usia, (4). Pengalaman, (5). Ketersediaan, (6). Biaya. Setiap orang atau pihak mempunyai prioritas yang berbeda diantara ke 6 faktor ini tergantung bagaimana situasi masing-masing.
    1. Appropriateness - Kesesuaian
    Memilih kertas apakah sesuai atau tidak atas suatu proyek cetak merupakan langkah pertama dalam mempersempit pilihan jenis kertas. Mengetahui dengan pasti bagaimana hasil cetak akan digunakan, oleh siapa, akan membantu kertas apa yang akan dipertimbangkan. Misalnya, apakah ini untuk direct-mail?, atau brosur, selebaran, bulletin atau bahkan majalah. Kemudian apakah brosur tentang produk itu berharga mahal atau murah. Selanjutnya apakah brosur tersebut cenderung akan disimpan dijadikan referensi dimasa mendatang atau hanya dipakai sekali dan langsung dibuang? Jenis informasi pada material cetak juga memainkan peranan penting apakah hanya sekedar tulisan, atau ada gambar yang ingin menonjolkan detail dari produk.

    Pemilihan kertas juga menyumbang pada persepsi atau image yang ingin disampaikan melalui cetak yang dihasilkan. Lebih aman bila menanyakan kepada pelanggan cetak anda apa yang ingin mereka sampaikan kepada pelanggan akhirnya. Bila misalnya mereka peduli dengan image mahal dan kualitas tinggi, maka pemilihan kertas coated lebih cocok diajukan daripada kertas HVS (uncoated). Demikian pula bila mereka ingin menyampaikan pesan ramah lingkungan, maka penggunaan kertas daur ulang lebih tepat disodorkan.

    Aspek lainnya dari kesesuaian adalah mempertimbangkan bagaimana suatu cetak dikirm kepada pengguna akhir. Apakah hasil cetak akan dikirim via pos udara, maka berat kertas dan aspek pengiriman surat harus diperhatikan. Semakin berat dan besar ukuran hasil cetak akan semakin mahal biaya kirimnya. Belum lagi memikirkan ukuran amplop yang tidak lazim, maka biaya akan semakin meningkat. Apakah hasil cetak disebarkan langsung dengan kurir kerumah-rumah menggunakan jasa pengantar koran atau majalah? Bila iya maka anda mempunyai lebih keleluasan dalam menentukan jenis kertas.

    Percetakan harus mengambil langkah proaktif memahami apa yang diinginkan oleh pelanggan terhadap perencanaan proyeknya, membantu mereka menyeleksi jenis kertas yang dipakai sangat penting. Anda sebagai percetakan tidak ingin mendapat komplain atau mereka tidak pernah kembali ke percetakan anda, sebab hasil akhir cetak tidak sesuai harapan pembeli atau pengguna.
    2. Performance
    Performance kertas saat dicetak atau dengan kata lain kemampuan kertas saat dicetak dan diproses, adalah suatu factor dimana pembeli cetak harus pertimbangkan dengan menanyakan langsung kepada percetakan. Tidak jarang pembeli cetak sudah kesengsem dengan kualitas kertas tertentu, lalu memaksakan percetakan untuk mencetak. Namun ternyata percetakan tersebut tidak mampu atau mesinnya tidak cocok untuk jenis kertas yang diajukan.

    Sebaliknya percetakan harus langsung memberi tahu kepada pembeli cetak atas situasi yang mungkin atau akan dihadapi bila mencetak kertas yang bersangkutan. Bisa jadi kertas tersebut dapat dicetak dengan baik diatas mesin cetak, namun mempunyai masalah selanjutnya pada proses UV coating, pelipatan, pemotongan dan lain sebagainya. Tidak jarang kertas tebal saat dipotong dan dilipat memberikan hasil yang buruk dimana sisi potongnya berdebu dan peca-pecah, sehingga membuat hasil akhir cetak keseluruhan sangat buruk. Tentunya pelanggan akhir tidak mau menerima kualitas hasil cetak yang rendah bila mereka mengharapkan hasil yang tinggi.

    Atau proses personalisasi dengan inkjet atau cetak laser ternyata tidak bisa dilakukan diatas hasil cetak. Seperti diketahui personalisasi kemungkinan dilakukan oleh pihak percetakan kedua, sebab percetakan pertama tidak mempunyai fasilitas cetak inkjet atau laser. Maka perlu bagi pembeli cetak untuk mengkomunikasikan proyek yang dikerjakan dengan kedua pihak percetakan yang terlibat.

    Pelanggan sangat menghargai bila percetakan mengetahui dan berpengalaman dengan suatu kertas bagimana dicetak, dilipat, dicetak dengan inkjet dan laser untuk personalisasi atau segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah kertas misalnya masalah dot gain, warna, pelipatan kertas tebal.
    3. Shelf life
    Masalah ketahanan usia kertas perlu dicari tahu bila hasil cetak yang diinginkan untuk arsip dan referensi dalam rentang waktu panjang dan lama. Terlebih bila hasil cetak akan disimpan dalam waktu lama, apakah kertas dan kualitas cetak akan tetap sama, apakah akan cepat menguning. Kalau menguning dalam tempo berapa kurang lebih akan terjadi.

    Kertas seperti kita ketahui tidak mempunyai “expiry date” atau bata waktu pemakaian. Secara umum saat ini ada dua macam kertas yang berkaitan dengan masalah arsip, maka tanyakan apakah kertas bersifat basa (alkaline) atau asam (acid). Kertas basa atau paling tidak netral mempunyai nilai keasamam sekitar 7 atau lebih, sementara kertas asam dibawah nilai 7. Kertas basa ditentukan oleh proses pembuatan kertas dalam “internal sizing” supaya kertas tahan (dalam tingkat tertentu) terhadap air.

    Di Indonesia atau global saat ini, industri kertas sudah bergerak ke kertas basa, kertas asam sudah tidak lagi popular untuk keperluan cetak mencetak biasa, kecuali untuk tujuan tertentu yang memang membutuhkan kertas asam.
    4. Sejarah - Pengalaman
    Pengalaman masa lalu dengan suatu kertas sangat penting dipertimbangkan - pembeli produk cetak ingin tahu bagaimana percetakan yang dikasih order apakah mempunyai pengalaman baik atau buruk sebelumnya, terlebih bila menggunakan kertas khusus. Pembeli produk cetak tidak ingin ada kejutan diujung proyek cetak yang dikerjakan.

    Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, pembeli produk cetak mengalami hasil cetak yang tidak memuaskan. Ini akan mengakibatkan proyek terlantar atau malah kegiatan promosi material cetak menjadi terhambat sama sekali. Bila itu terjadi maka akan ada biaya cetak ulang, apalagi bila percetakan bersangkutan tetap menagih biaya cetakan, sebab pembeli produk cetak harus mencari percetakan lain untuk melakukan cetak ulang.

    Kemungkinan kedua bila kertas yang dipakai ternyata tidak bisa digunakan lagi untuk proyek lanjutan atau ulangan, maka pembeli produk cetak akan kerepotan lagi harus mendesai ulang material promosi untuk pengulangan cetak dimasa mendatang. Maka perlu untuk mengkonsultasikan segala kemungkinan dengan pembeli produk cetak atas jenis kertas yang dipakai.
    4. Ketersediaan
    Kasih tahu kepada pelanggan anda jika kertas yang dipilih merupakan produk standar atau reguler dari pabrik kertas atau tidak, serta apakah pengiriman kertas mempunyai waktu pengiriman lebih lama atau tidak.

    Walaupun secara umum percetakan yang membeli kertas untuk pelanggannya, namun perlu diperhatikan juga apabila pelanggan mempunyai hubungan komunikasi dengan pabrik kertas. Sebab pabrik kertas yang aktif dan agresif kadang kala mencoba untuk berhubungan dengan pembeli besar produk cetak, agar supaya mereka mempunyai keberpihakan atas pabrik yang bersangkutan.


    Terlebih bila produksi kertas dan jadwal percetakan menjadi sangat ketat satu sama lain, maka pembeli produk cetak sering terlibat aktif meghubungi percetakan dan pabrik untuk tetap siaga dengan segala sesuatu yang mungkin terjadi dengan proyek cetaknya.

    Demikian pula bila menggunakan kertas khusus yang produksi kertasnya mempunyai jadwal tertentu diatas mesin kertas, maka perlu pelanggan anda dikasih tahu kapan kertas tersebut akan dapat dikirim ke percetakan. Sehingga pelanggan anda pun dapat mengukur apakah masih mungkin jadwal pengiriman produk cetak dari percetakan masih sesuai dengan target proyeknya.
    5. Biaya
    Paling tidak biaya kertas dalam proyek percetakan di Indonesia menyumbang 50% biaya keseluruhan, sebagai perbandingan di US atau negara industri maju lainnya sekitar 1/3 saja. Namun demikian factor biaya kertas yang walau hanya 1/3 sangat mempengaruhi semua percetakan dimana saja diseluruh dunia berusahan menghemat biaya kertas.

    Pembeli cetak sangat ingin tahu apakah ada alternatif kertas yang bisa dicetak sesuai dengan keinginannya dengan biaya yang lebih murah. Umumnya setiap percetakan yang stabil dan berpengalaman didunia cetak, mempunyai kertas standard yang selalu digunakan untuk mencetak suatu proyek tertentu. Biasanya pula bila mereka selalu menggunakan kertas standard ini dengan jumlah yang relatif besar, mereka mempunyai harga khusus dari penyalur kertas. Hal ini memungkinkan percetakan memberi harga yang relatif bersaing. Jangan pula segan bila anda pembeli cetak, menanyakan adakah sisa kertas yang digunakan dalam suatu proyek sebelumnya. Bisa jadi bila jumlah proyek cetak anda cukup dengan jumlah sisa kertas tersebut, percetakan tidak segan memberi harga jauh lebih bersahabat.

    Disamping itu jangan segan menanyakan merek kertas, bisa jadi ada 2 atau lebih kertas dengan kualitas yang kurang lebih sama, namun mereka mempunyai harga yang jauh berbeda. Hal ini disebabkan oleh kertas premium lebih mahal sebab mempunyai jaminan dan garansi dari pabrik kertas bila ada masalah maka percetakan akan diganti biaya kertas dan percetakannya. Dilain pihak kertas biasa tanpa gransi dan jaminan dari pabrik mempunyai harga jauh lebih murah, namun bila ada masalah cetak atau hasil cetak tidak bagus maka percetakan atau pembeli harus menanggung sendiri akibatnya.
    Masa depan kertas dan cetak digital
    Kebutuhan kertas di Indonesia sangat tergantung dengan tingkat ekonomi dan gaya hidup masyarakat, dan situasi politik sangat berperan besar pula. Banyaknya bisnis dan industri membutuhkan material cetak untuk alat promosi, alat bungkus atau packaging dan label untuk produk yang dihasillkan. Semakin kaya suatu masyarakat dan bangsa maka orang-orangnya membutuhkan kertas dan cetak untuk bahan bacaan dan komunikasi. Dengan gaya hidup yang praktis, masyarakat cenderung menggunakan kertas tissue untuk alat kebersihan yang bisa langsung dibuang, daripada kain yang harus dicuci, dikeringkan dan disetrika.

    Lingkungan demokrasi yang tumbuh setelah berakhirnya rezim order baru, dengan jatuhnya Suharto memberikan kesempatan besar pada individu dan masyarakat menggebu-gebu mengemukakan pendapat dalam bentuk tulisan. Jumlah majalah, Koran baru meningkat deras, semuanya membutuhkan kertas dan percetakan untuk menyalurkan aspirasi masayarakat.

    Peranan cetak digital atau digital printing dikendalikan oleh teknologi cetak eletronik dimana suatu proyek cetak dapat dilakukan dalam jumlah kecil dan bisa dipersonalisai dari lembar ke lembar. Bahkan orang bisa membuat cetak warna hanya dalam satu lembar saja menggunakan mesin cetak meja (desktop printer) dengan pemanfaat personal computer (PC). Sebelumnya untuk mendapatkan kualitas kertas cetak offset paling tidak pemebli cetak harus mempunyai minimum cetak sekitar 5000 lembar. Sekarang lagi-lagi dengan kualitas cetak yang hampir sama dengan menggunakan cetak elektrophotografis (electrophotographic) seperti HP Indigo, Xeikon, Nexpress pembeli cetak bahkan bisa membuat proyek cukup satu lembar saja dengan biaya yang jauh lebih murah bila ingin membuat 1 lembar cetak diatas mesin cetak offset.

    Perkembangan teknologi inkjet yang juga dengan elektronik cetaknya akan mampu mengejar kualitas cetak elektrofotografis dan tentu dengan biaya jauh lebih murah. Kemampuan kualitas tinta inkjet yang bersamaan dengan perkembangan kualitas kertas inkjet semakin mendekat satu sama lain. Sebelumnya tinta inkjet sulit untuk dicetak dengan bagus pada kertas biasa, dimana tintanya tidak solid atau “blobor” , sekarang sudah mulai banyak kertas yang cocok dan bisa menerima tinta inkejt. Harga kertas inkjet juga mulai bersaing dan murah karena kompetisi pabrik kertas yang berlomba masuk ke segmen yang sama dan skala ekonomi yang bertambah dengan jumlah konsumsi kertas yang meningkat.
    Telah dirubah oleh susanti : 28-10-2006 Jam 08:58

  2. #2
    Member susanti is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    527
    Rep Power
    6

    Default Betulkah buku cetak memang sedang "menunggu hari kiamatnya"?

    Jadi, betulkah buku cetak memang sedang "menunggu hari kiamatnya"?
    Banyak orang berpendapat bahwa meskipun teknologi komputer akan sangat mempengaruhi proses dan produk penerbitan, buku tetap akan dibutuhkan.
    Clifford Stoll menulis dalam Newsweek (27/2/95) bahwa membaca buku dari layar komputer adalah pekerjaan yang tak nyaman. Sinar layar
    komputer yang "merabunkan" tak akan menggantikan halaman buku yang sudah begitu lazim kita alami.

    Atau, tulis Helmet Lehman-Haupt dalam Encyclopedia Americana, buku juga punya ikatan batin: yaitu menimbulkan kesenangan jasmaniah
    pembacanya ketika membalik-balik halaman buku, membukanya secara acak, dengan komunikasi informatif dan spontan serta suka rela antara
    pembaca dan pengarang.

    Jalaluddin Rakhmat pernah menulis bahwa buku, dibanding media-media lain, memiliki beberapa kekhasan yang tak akan tergantikan. Buku,
    misalnya, memberi kedalaman pemahaman. Televisi memang sangat digjaya menyajikan informasi dengan gambar-gambar yang konkret; radio dapat menghidupkan imajinasi; surat kabar memberikan informasi yang lebih rinci -- tapi hanya buku yang memberikan wawasan kedalaman. Memang, buku tidak berdaya menyampaikan informasi dengan cepat-segera (instan). Tapi, buku menyajikan fakta, gagasan, dan imajinasi dengan lebih komprehensif.

    Tidak ada media lain, selain buku, yang mampu menguraikan renungan filsafat yang rumit, menjelaskan rumus matematika yang canggih, atau
    mengisahkan anak manusia dengan mendalam. Buku tidak menghadirkan informasi yang selintas, superfisial, dadakan dan serba segera --
    sehingga para penggemar buku bukanlah orang yang cenderung melihat hal-hal immediate dan pemecahan persoalan yang instan.

    Meski begitu, tentu saja, para penerbit tidak boleh lalu menutup mata terhadap perkembangan teknologi yang terjadi. Misalnya, ketidaknyamanan melihat layar komputer dibanding membaca halaman buku bisa jadi tidak akan berlangsung selamanya, setidaknya karena dua
    alasan. Pertama, teknologi layar komputer yang lebih canggih dan nyaman bukan tidak mungkin akan ditemukan, terutama teknologi layar
    LCD (Liquid Crystal Display) seperti yang dipakai pada komputer laptop dan notebook. Dengan demikian portabilitas, mobilitas, dan kenyamanan
    membaca lewat perangkat pembaca CD ini akan lebih meningkat, sehingga bisa menyaingi keunggulan buku yang dari sifat fisiknya memang enak
    dibaca.

    Kedua, rasa estetika generasi mendatang bisa jadi akan merasa lebih akrab dengan layar komputer dibanding dengan halaman bulu. Hal ini
    diakibatkan karena betapa kebiasaan menonton TV sudah begitu merasuk dan sudah diperkenalkannya komputer kepada anak-anak sejak dini,
    meskipun sebagian besar baru untuk bermain game. Sebagai contoh, kita lihat anak muda sekarang sangat menyukai pola estetis video-video
    musik MTV yang penuh potongan gambar yang berganti-ganti dengan cepat, serta efek-efek khusus elektronik pada televisi. Tentu saja perubahan pola estetika sangat mungkin akan bisa mengubah preferensi pemilihan media baca mereka. Ditambah lagi kemampuan interaktif teknologi komputer yang dimanfaatkan dengan maksimal, semakin menambah kedigdayaan teknologi ini dalam menyampaikan pesan dibanding dengan buku.

    Juga, selain "ancaman-ancaman" tadi, bukankah teknologi komputer juga akan sangat membantu dunia penerbitan? Misalnya saja perubahan drastis proses percetakan. Dewasa ini dalam dunia percetakan muncul istilah-istilah trendy seperti percetakan digital, computer to plate,
    dan computer to print. Bahkan dalam Drupa 95, pameran teknologi percetakan terbesar di dunia, yang diadakan setiap tahun di Dusseldorf, Jerman, 5-18 Mei 1995 lalu, perkembangan teknologi percetakan digital ini menjadi topik utama. Dengan demikian, teknologi computer to film yang sudah mulai biasa di Indonesia ini pun mulai akan ketinggalan dalam waktu tak lama lagi.

    Itulah sebabnya produsen mesin cetak Indigo dan Xeikon sudah mulai meluncurkan teknologi komputer langsung mesin cetak, tanpa melewati
    proses film dan pembuatan pelat. Meski teknologi ini masih sangat mahal, paling tidak untuk ukuran kita, tapi bisa dipastikan bahwa
    harga akan turun dengan cepat, sesuai dengan sifat teknologi komputer yang cepat berkembang dan cepat usang.

    Teknologi komputer juga sangat memudahkan orang dalam proses mendesain halaman buku, majalah, koran, ataupun produk-produk cetak lain.
    Misalnya dalam hal menggunakan dan memodifikasi font (satu stel lengkap huruf cetakan yang sama jenis dan ukurannya --Red.). Selain
    tak perlu menggunakan "huruf gosok" seperti Mecanorma dan pilihan font yang terbatas dengan menggunakan mesin setting biasa, para desainer dewasa ini sangat mudah melakukan desain-desain yang dulu tidak mungkin mereka lakukan. Kepustakaan font dengan mudah tersimpan dalam harddisk maupun CD ROM.

    Eksplorasi mendesain huruf-huruf baru pun berkembang pesat. Setiap tahun Type Director Club (TDC) dan International Typeface Corporation
    (ITC) mengumumkan huruf-huruf baru. ITC inilah yang menghimpun para desainer yang menghasilkan huruf semacam ITC Korinna, ITC Souvenir, ITC dan ITC Berkeley. Dalam hal keluwesan font, piranti lunak Fontchameleon 1.0 (arti harfiahnya "huruf bunglon") buatan Ares
    Software, misalnya, malah memungkinkan desainer membuat font sendiri dari bentuk-bentuk dasar yang tersedia. Misalnya dengan mengambil 20% bentuk font Frutiger dan 80% bentuk font Chaltenham, akan didapatkan bentuk huruf yang unik dan belum pernah ada dalam kepustakaan huruf selama ini.

    Demikian, perkembangan teknologi komputer dan komunikasi memang luar biasa deras, sehingga rate of obsolescene, atau tingkat keusangannya, sangat tinggi. Produk-produk baru meluncur susul-menyusul tanpa henti -- seolah-olah tak memberi kesempatan kepada kita untuk betul-betul tuntas menguasai suatu jenis teknologi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus harapan bagi semua industri -- tergantung
    kepada kemampuan adaptasinya.

    Bagi dunia penerbitan, menurut saya, hal ini lebih merupakan harapan dari pada kekhawatiran. Sebab, teknologi ini memungkinkan transformasi
    dan penyebaran informasi menjadi lebih cepat -- sesuatu yang menjadi misi setiap upaya penerbitan. Tapi, tentu saja, kemampuan adaptasi dan
    kemampuan melihat ke depan menjadi kunci utama untuk kita bertahan.
    Telah dirubah oleh susanti : 28-10-2006 Jam 06:24

  3. #3
    Member susanti is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    527
    Rep Power
    6

    Default Mencetak Baju Sendiri, Menuju Kehidupan Digital Baru


    PADA awalnya kita mengira digitalisasi akan mengantar kita pada sebuah lingkungan yang disebut sebagai paperless, sebuah dunia tanpa kertas. Orang tidak lagi mengirimkan pemberitahuan tertulis tapi kirim e-mail atau dalam format sekarang yang paling populer melalui layanan pesan singkat atau SMS. Tapi pada kenyataannya, semakin dalam dan meluasnya digitalisasi memang tidak berarti semakin berkurang (dan juga bertambah) kertas yang digunakan, tapi memberikan pilihan yang semakin lebar dalam mengembangkan kreativitas di segala bidang.KEMAMPUAN pencetak digital ternyata memberikan nuansa baru yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh para pengguna teknologi. Ketika digital printer diperkenalkan pertama kali, kita merasa gembira karena mampu untuk menghasilkan dokumen-dokumen warna-warni untuk berbagai keperluan.
    Ketika teknologi inkjet diperkenalkan sekitar 10-15 tahun lalu, kehadirannya disambut secara meriah dan menjadi tren penting dalam perkembangan digitalisasi. Kehadiran kamera digital juga menyemarakkan perkembangan digitalisasi karena kemampuan teknologi pencetakan digital pun berkembang sangat pesat.
    Kekuatan teknologi inkjet dalam digital printing menghasilkan nuansa sistem pencetakan yang menyeluruh, mencakup kualitas image dan teks, keluaran yang sesungguhnya (real throughput), kecepatan pencetakan yang bisa diandalkan, kekenyalan penggunaan berbagai medium, baik kertas biasa maupun kertas khusus, penggunaannya yang mudah dan terkoneksi dengan berbagai perangkat, serta harga yang semakin terjangkau.
    Teknologi inkjet dikembangkan berdasarkan penyemprotan tinta melalui lubang-lubang kecil yang bergerak horizontal, dan pada saat pencetakan tidak terjadi sentuhan antara mekanik penyemprotan tinta dengan kertas.
    Layar teve atau monitor komputer juga terdiri piksel-piksel yang dihidupkan dan dimatikan berkali-kali dalam satu detik untuk menghasilkan gambar yang sesungguhnya. Teknologi inkjet bekerja seperti sebuah teve statis, mengeluarkan atau tidak mengeluarkan tinta. Semakin kecil dan rapat piksel yang dihasilkan inkjet, semakin baik resolusi dan kualitas keluaran yang dihasilkannya.
    Kualitas pencetakan
    Kehadiran teknologi inkjet yang cukup lama dan matang di pasaran menghasilkan berbagai inovasi penting. Dari sisi harga pun turun sangat drastis mulai dari 60.000 dollar AS pada pertengahan tahun 1980-an menjadi hanya di bawah 5.000 dollar AS untuk mesin pencetak berwarna maupun hitam-putih.
    Kematangan teknologi inkjet yang diperkenalkan Hewlett- Packard, perusahaan teknologi yang memelopori inovasi teknologi inkjet, dalam acara HP Graphics Odyssey di Singapura beberapa saat lalu. Ada beberapa perangkat pencetakan digital yang diperkenalkan, HP Photosmart 8750 yang menggunakan 9 warna, HP Designjet 90 dan Designjet 130, serta HP Indigo Press 5000 untuk keperluan cetak bisnis profesional.
    Menurut Christopher Morgan, Senior Vice President Imaging and Printing Group, Hewlett-Packard Asia Pacific Pte Ltd, sebagai pelopor industri kehadiran pencetak digital baru ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan industri seni grafis yang berkembang bersamaan dengan kemajuan teknologi digital.
    Kemajuan teknologi pencetakan digital tidak hanya memenuhi kebutuhan di sisi seni grafis saja, tapi juga bidang lainnya. Morgan menyebutkan ada bidang lain yang juga membutuhkan kehadiran teknologi pencetakan digital yang disertai dengan inisiatif yang disebutnya sebagai Best Colour Experience.
    Salah satu contoh yang diajukan Morgan adalah kampanye pemasaran yang dilakukan perusahaan mobil ternama BMW yang mendapat tingkat tanggap sampai 30 persen setelah menggunakan HP Indogo 3000. "Ini karena kualitas pencetakan yang konsisten dengan brand image BMW dipadu dengan kampanye pemasaran personal langsung yang diarahkan pada individual," jelas Morgan.
    Kreativitas digital
    Sisi lain acara HP Graphics Odyssey ini adalah kerja sama penggabungan antara kreativitas dan teknologi pencetakan yang mampu dihasilkan oleh Hewlett-Packard. Dibungkus dalam acara Print-A-Porte berupa fashion show, Hewlett- Packard menampilkan keunggulan dan kemampuan pencetak digital bekerja sama dengan perancang Jasper Huang asal Taiwan dan Color-Well Enterprise, sebuah perusahaan asal Taiwan yang memproduksi berbagai jenis kain tekstil yang untuk dicetak menggunakan teknologi inkjet (lihat foto kanan dari atas ke bawah).
    Dalam perkembangan teknologi pencetakan inkjet dikenal dua jenis tinta, masing-masing dye-based dan pigment-based. Dye-based umumnya sangat baik untuk kertas foto mengilap, namun mudah memudar tergantung dari jumlah cahaya ultraviolet dan udara yang mengenainya. Sedangkan pigment-based lebih condong seperti lukisan yang tahan lama, tapi tidak tampil dengan baik di kertas yang mengilap.
    Menggunakan bahan-bahan kain tekstil buatan Color-Well Enterprise, Jasper Huang bisa menghasilkan berbagai jenis desain kain dan mencetaknya menggunakan HP Designjet 5500ps secara sempurna. Pencetak format besar buatan Hewlett-Packard, yang menggunakan teknologi inkjet dye-based, mampu mencetak di atas beragam jenis kain tekstil seperti cotton, polyester, nylon, dan juga sutra.
    Memang berbagai jenis kain ini dibuat secara khusus dengan memberikan lapisan, seperti plastik yang direkatkan pada bahan-bahan tekstil tersebut. Menurut Jack Liao, CEO Color-Well Enterprise, dalam percakapan dengan Kompas, plastik yang mudah dilepas dan tidak menyebabkan kain menjadi kusut atau rusak agar pencetak digital bisa mempertahankan ketebalan dan mempertahankan pencetakan secara lurus dan simetris.
    Menurut Liao, bahan-bahan tekstil yang dibuatnya memang dimaksudkan untuk penggunaan pencetakan digital. "Cara ini memang telah membuka sebuah cakrawala baru dalam pertekstilan," jelas Liao.
    Kombinasi teknologi, baik pencetakan dan bahan tekstil, dengan perancang memang telah membuka sebuah cakrawala baru dalam kehidupan digital. Kombinasi ini memungkinkan siapa saja mengembangkan kreativitasnya, tidak hanya terbatas pada rancangan fashion, tapi juga lingkup lainnya, termasuk lukisan, desain interior. Dan, dunia pun berubah menuju ke sebuah kehidupan digital yang menyenangkan.

  4. #4
    Member susanti is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    527
    Rep Power
    6

    Default Questions about digital printing?

    Commercial printing

    » HP Indigo press 5000
    The newly enhanced HP Indigo press 5000 answers the call for productivity, profit and quality. Up to 7-color printing with 4,000 4-color A4 images per hour (two-up); 8,000 2-color or single-color A4 images per hour (two-up)


    » HP Indigo press 3050
    Top of the line 7-color digital offset press delivers rich offset quality, reaching 4,000 four-color 8.5" x 11"/A4 single sided pages-per-hour (two-up) or 16,000 single-color 8.5" x 11" pages-per-hour (two-up).


    » HP Indigo press 1050
    Highly affordable 6-color digital offset press delivers vibrant image quality, printing 8,000 single color 8.5" x 11"/A4 pages-per-hour (two-up) or 2,000 full color 8.5" x 11"/A4 pages-per-hour (two-up).


    » HP Indigo press w3250
    High performance, cost-effective digital web-fed solution for commercial print, direct mail, publishing and photo-related services, delivers 4,000 duplex (8,000 numerical) A4 4-color images per hour, in roll-to-roll or roll-to-sheet; 8,000 duplex (16,000 numerical) 1-colour or 2-color pages per hour.
    Industrial printing

    » HP Indigo press ws4500
    Leading digital solution for short runs of high-quality labels and packaging with fast turnaround


    » HP Indigo press ws4050
    The next evolution of the market-leading HP Indigo press ws4000, this end-to-end digital solution provides high-quality label production with enhanced capability for label converters who print self-adhesive labels, shrink sleeve and glue-applied substrates.


    » HP Indigo press ws2000
    6-color digital offset press designed to produce short-to-medium run, produces everything from printed graphic attachments and overlays to plastic cards for IDs, driver's licenses and financial applications.


    » HP Indigo press s2000
    6-color digital offset press produces everything from printed graphic attachments and overlays to plastic cards for IDs, driver's licenses and financial applications.


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>